Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

Perbanyaklah Berdo'a Di Waktu Sujud



Perbanyaklah Berdo'a Di Waktu Sujud, karena itulah saat terdekatmu dengan allah 'azza wa jalla, namun janganlah berdo'a dengan do'a dari al qur`an, berdo'alah dengan do'a dari al hadits shahih.

Dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
"Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah do'a."
(Shahih, Muslim no. 482)

Dari Khalifah 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu,
"Rasulullah melarangku dari membaca Al Qur`an ketika saya sedang rukuk atau sujud."
(Shahih, Muslim no. 480)

•═════◎◎۩۩◎◎═════•

Do'a apa saja yang biasa Rasulullah panjatkan dalam sujud panjang beliau ?

Berikut adalah beberapa do'a dari Al Hadits Shahih yang dapat kita panjatkan kepada Allah As Sami'ul Mujiib (Ad Du'a) di dalam sujud sujud panjang kita:


1. Dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,

Bahwa Rasulullah dalam sujudnya mengucapkan do'a,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

ALLAHUMMAGHFIRLII DZANBI KULLAHU DIQQAHU WAJULLAHU WA AWWALAHU WA AKHIRAHU WA 'ALANIYATAHU WA SIRRAHU

(Yaa Allah, ampunilah semua dosa dosaku, yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, dan yang terang terangan maupun yang sembunyi sembunyi)
(Shahih, Muslim no. 483)


2. Bahwa 'Aisyah radhiallahu 'anha mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah berdo'a dalam shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA`TSAMI WAL MAGHRAM

(Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang)
(Shahih, Bukhari no. 2397)


3. Dari 'Abdullah bin Mas'ud, dari Nabi bahwasanya beliau pernah berdo'a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

ALLAHUMMA INNII AS ALUKAL HUDA WATTUQA WAL 'AFAAFA WALGHINA

"Yaa Allah yaa Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepadaMu petunjuk, ketaqwaan, terhindar dari perbuatan yang tidak baik, dan kecukupan (tidak meminta minta)."
(Shahih, Muslim no. 2721)


4. Dari Khalifah 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu, dia berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada saya:

"Hai 'Ali, ucapkanlah do'a,

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ

ALLAAHUMMAH DINII WASADDIDNII WADZKUR BIL HUDAA HIDAAYATAKATH THARIIQA WASSADAADI SADAADAS SAHMI

"Yaa Allah, berikanlah petunjuk kepadaku. Berilah aku jalan yang lurus. Jadikan petunjukMu sebagai jalanku dan kelurusan hidupku selurus anak panah"
(Shahih, Muslim no. 2725)


5. Abu Musa Al Asy'ari berkhutbah di hadapan kami,

"Wahai manusia takutlah kalian akan perbuatan syirik, karena dia lebih halus dari langkah semut."
Kemudian berdirilah 'Abdullah bin Hazn dan Qais bin Mudharib dan berkata:
"Demi Allah, kamu jelaskan semua apa yang kamu telah katakan atau kami benar benar akan mendatangi 'Umar baik diizinkah atau tidak."
Abu Musa berkata; "Bahkan, aku akan jelaskan apa yang telah aku katakan."

Pada suatu hari Rasulullah berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda:

"Wahai sekalian manusia, takutlah kalian terhadap syirik karena dia lebih halus dari langkah semut."

Kemudian seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kami harus menghindarinya, sementara dia lebih halus dari langkah semut?"

Maka beliau menjawab:
Berdo'alah dengan membaca,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

ALLAHUMMA INNAA NA'UUDZU BIKA MIN AN NUSYRIKA BIKA SYAIAN NA'LAMUHU WA NASTAGHFIRUKA LIMAA LAA NA'LAMU

Yaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami mengetahuinya dan kami meminta ampun kepadaMu terhadap apa yang kami tidak ketahui
(Hasan Shahih, Imam Ahmad no. 18781 (19606) dan dinilai hasan shahih oleh Syaikhul Muhadits Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah (dalam Shahih Targhib Wat Tarhib no. 36)


6. 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash berkata; bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendakNya."

Setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a;

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

ALLAHUMMA MUSHARRAFAL QULUUBI SHARRAF QULUUBANAA 'ALA THAA'ATIKA

'Ya Allah, Dzat yang Memalingkan Hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepadaMu!'
(Shahih, Muslim no. 4798)


7. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata,

"Jika susah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanjatkan doa:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَلِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

LAA ILAAHA ILLALLAHUL 'ALIIMUL HALIIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIMI LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUS SAMAWAATI WA RABBUL ARDHI RABBUL 'ARSYIL KARIIMI

Tiada sesembahan yang hak selain Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, tiada sesembahan yang hak selain Allah, Tuhan pemelihara 'Arsy Yang Maha Agung, tiada sesembahan yang hak selain Allah Yang Memelihara Langit dan Bumi, Tuhan Pemelihara 'Arsy yang Mulia
(Shahih, Bukhari no. 6876)


8. Dari Sa'ad bin Malik radhiallahu 'anhu, Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang mengatakan;

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا

RADHIITU BILLAAHI RABBAN WA BIL ISLAAMI DIINAN WA BI MUHAMMADIN RASUULAN

"Aku Ridha Allah Sebagai Tuhanku, Islam Sebagai Agamaku Dan Muhammad Sebagai Rasul."

, maka wajib baginya untuk masuk syurga."
(Shahih, Imam Abu Daud no. 1306 dan dishahihkan oleh Syaikhul Muhadits Al Albani rahimahullah)


9. Dari Ummul Mu`minin 'Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu 'anha,dia berkata;

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam ruku' dan sujudnya memperbanyak membaca;

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

'
SUBBUUHUN QUDDUUSUN, RABBUL MALAAIKATI WARRUH
(Maha Suci Tuhan para malaikat dan malaikat Jibril)'."
(Shahih, Imam An Nasa'i no. 1038, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)


10. Dari Khalifah 'Umar bin Al Khathtab radhiallahu 'anhu berkata:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Ya Allah berilah aku mati syahid dijalanMu, dan jadikanlah kematianku di negeri RasulMu, shallallahu 'alaihi wasallam"
(Shahih, Al Bukhari no. 1757)

Demikianlah beberapa Do'a yang bersumber dalam Al Hadits Shahih yang dapat kita panjatkan di dalam sujud sujud panjang kita. Janganlah merasa lelah dalam berdo'a kepada Allah, karena Allah sangat mencintai hambaNya yang berdo'a dan menangis memohon kepadaNya.



•═════◎◎۩۩◎◎═════•
Sungguh, Allah mendengar setiap do'a do'a kita, Allah tidak pernah sekali kali menyia-nyiakan do'a hambaNya. Lantunan do'a kita adalah Senjata Terkuat kita sebagai Muslim. Tanpa berdo'a kepada Allah, sungguh kita lemah dan sangat aniaya.
Sungguh benar benar kita harus memperbanyak do'a kepada Allah karena kita membutuhkan Allah atas Segala Nikmat yang tidak terhitung dariNya, atas Ketetapan Hidayah Islam di dalam Hati kita, Ketetapan untuk Bertauhid (Kufur kepada Thaghut dan Beriman kepada Allah) dan Istiqamah melaksanakan Sunnah Mulia Rasulullah hingga kematian kita yang dimana setiap muslim yang beriman pasti dan akan selalu merindukan Kematian Terindah dan Terbaik yaitu Kematian Syahid yang tergolong Kematian Husnul Khatimah.

In syaa Allah

Jazaakumullahu Khairan

Semoga bermanfaat



sumber dari: Islam Kaaffah 'Ala Minhajin Nubuwwah


Jumat, 11 November 2016

Tauhid Nafyi dan Itsbat



Kalimat yang Agung ini لا اله الا لله memiliki dua rukun yaitu an-Nafyi (penafian / penolakan / pengingkaran) dan itsbat (penetapan / penegasan). Yang di maksud an-Nafyi ( لا اله ) yaitu menafikan semua yang di ibadahi selain Allah atau pengosongan. Dan aI-Itsbat ( الا لله ) yaitu menetapkan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah saja tidak ada sekutu baginya. Penafian murni saja bukanlah Tauhid, penetapan murni saja itu pun bukanlah Tauhid, namun Tauhid itu harus menggabungkan antara keduanya. Makna لا اله الا لله yaitu tidak ada yang berhaq di ibadahi kecuali Allah, atau tidak ada yang berhak terhadap segala peribadatan ini tanpa disertai lainnya kecuali hanya Allah.

Kalimat tauhid ini menafikan 4 perkara dan menetapkan 4 perkara. 4 perkara yang dinafikan adalah: • Alihah (Rabb-Rabb)ialah apa saja yang engkau jadikan tujuan dengan melakukan sesuatu untuk mendapatkan manfaat atau menlak mudharat darinya • Thawaghit (Thaghut)Ialah apa dan siapa saja yang disembah dan ia rela dengan sesembahan itu, atau sesuatu yang dicalonkan sebagai sesembahan • Andad (Tandingan bagi Allah)ialah setiap sesuatu yang menjauhkan dari Dien Islam, baik itu keluarga, tempat tinggal, kerabat, maupun harta. semua itu bisa disebut andad bila menyebabkan jauh dari Dien Islam, hal ini berdasarkan firman Allah azza wa Jalla: "Dan diantara manusia ada rang yang menyembah Rabb selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai sebagaimana mereka mencintai Allah (QS. al-Baqarah: 165) • Arbabialah seseorang yang menetapkan hukum, memberi fatwa yang menyimpang dari al-Haq, lalu dipatuhi oleh seseorang, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: "Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Rabb selain Allah" (QS. al-Baqarah: 165) Sedangkan 4 perkara yang ditetapkan oleh kalimat ini adalah: • al-Qashdual-Qashdu adalah tujuan, hendaklah seseorang tidak memiliki tujuan dan maksud (niat) kecuali kepada Allah azza wa Jalla. • at-Ta'dhim wal Mahabbah (Pengagungan dan kecintaan)at-Ta'dhim wal Mahabbah adalah (Pengagungan dan kecintaan), sebagaimana firman Allah azza wa Jalla: " Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cintanya kepada Allah"
(al-Baqarah: 165) • al-Khauf war Raja'al-Khauf war Raja' adalah rasa kekhawatiran dan pengharapan, sebagaimana firman Allah azza wa Jalla : "Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Yunus: 107) at-Taqwaat-Taqwa (bertakwa) adalah berlindung / takut dari murka dan siksa Allah dengan cara meninggalkan Syirik dan seluruh kemaksiatan, memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan mentaati perintah-Nya sesuai dengan syariat-Nya Ibnu Mas'ud Radiyallahu'Anhu berkata: "Hendaklah engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya Allah karena mengharap pahala dari Allah, dan menginggalkan kemaksiatan berdasarkan cahaya Allah karena takut akan siksa Allah."


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

(QS. al-Maidah: 3)



sumber Mimbar Telegram

Sabtu, 15 Oktober 2016

Bidadari Surga Para Syuhada


"Mereka tersenyum melihat nikmat yang diberikan rabnya salah satunya adalah bidadari surga hanya para syuhada' yang mendapatkan nikmat paling tinggi di sisi rab Nya karena ketulusan cintanya kepada rab Nya".

Bidadari adalah makhluk Allah yang berada disurga yang disiapkan untuk pendamping orang-orang yang masuk surga yaitu orang yang beriman dan bertaqwa. Surga merupakan tempat yang selalu di idam-idamkan manusia, temapat yang indah penuh dengan kenikmatan.

Umat Islam meyakini adanya bidadari, istilah “huurin `iin” dalam al-Quran, diterjemahkan sebagai bidadari yang bermata jeli, mereka digambarkan selalu perawan, dengan umur sebaya yang diciptakan langsung tanpa proses kelahiran, dan digambarkan fisik mereka seperti gadis remaja. Firman Allah Swt.

Dan (didalam surga itu) ada bidadari yang bermata jelita.” (QS. Al-Waqi’ah : 22)

Memiliki kulit putih, bening, bersih dan lembut yang sempurna, diibaratkan seperti telur yang tersimpan dengan baik, dan ibaratkan pula para bidadari itu seperti permata yakut dan mutiara. Dijelaskan pula bahwa para bidadari itu sangat sopan, selalu menundukkan pandangannya, mereka tidak pernah disentuh oleh bangsa manusia atau jin.
Dari segi penciptaan bidadari berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah, malaikat dari cahaya dan iblis dari api. Dalam penampilan fisik, bidadari digambarkankan sebagai sosok yang sangat cantik jelita dan sempurna tanpa cela.

Dalam hal ini dalam sebuah hadits telah diriwayat dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda,
Sesungguhnya didalam surga itu ada bidadari yang dinamakan, “Aina” diciptakan dari empat unsur, yaitu, dari misik, kafur, anbar dan za’faran.
Dalam hadits yang lain diceritakan, “Bahwa Allah menciptakan bidadari dari empat warna, yaitu, putih, hijau, kuning dan merah. Diciptakan Allah tubuhnya dari za’faran, misik, anbar dan kafur, sedangkan rambutnya dari sutera.

Dalam Buku Hadil Arwaah Ila Biladir Afrah karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Dijelaskan Dari bahan Apa Bidadari Surga diciptakan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Sekiranya bidadari surga meludah di tujuh lautan bumi, pasti air nya akan berubah menjadi tawar, karena saking tawarnya mulut bidadari surga tersebut. Bidadari bermata jeli diciptakan dari Za’Faran
Za’faran : Adalah sejenis bunga berwarna ungu yang cantik, yang tumbuh di zajirah Arab, tumbuhan ini memiliki wangi yang sangat harum, serta banyak mempunyai khasiat yg berasal dari putiknya,sehingga bunga ini di juluki bunga termahal di dunia.

Manusia diciptakan Allah dari bahan baku Tanah, dan manusia adalah mahluk paling sempurna di muka bumi, dan memiliki paras dan rupa paling bagus di muka bumi. Sekarang bayangkanlah seorang bidadari yang diciptakan dari Za’faran, seperti apa sempurna dan cantiknya. Wallahua’lam.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Cahaya memancar di surga kemudian penghuni surga mengangkat kepalanya, Ternyata cahaya tersebut berasal dari cahaya gigi bidadari surga yang bermata jelita yang sedang tertawa dihadapan suaminya”.

Diriwayatkan dari Laits bin Sa’ad dari Yazid bin Abu Habib dari Walid bin Abdah, Rasulullah Saw berkata kepada Jibril:
Wahai Jibril hentikan aku di bidadari yang bermata jelita, lalu jibril menghentikannya di hadapan bidadari-bidadari bermata jelita. Rasulullah berkata : “Kalian dari Mana ?”, mereka menjawab : “Kami adalah Istri-istri kaum mulia yang bertempat tinggal di surga dan tidak pindah daripadanya untuk selama-lamanya.Mereka tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya, mereka selalu bersih dan tidak kotor selama-lamanya.

Ibnu Mubarak berkata kepada Kami, dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Zukhar, dari Khalid bin Imran dari Ibnu Abbas RA:
“Pada suatu hari kami sedang mengobrol dengan Ka’ab, Beliau berkata : ‘Jika tangan Bidadari Surga yg bermata Jelita di turunkan dari langit menuju bumi, maka akan menerangi penghuni bumi sebagaimana matahari menerangi penghuni dunia’. Ibnu Abbas berkata : “Tadi engkau berkata tangannya, bagaimana kalau wajahnya, warna kulitnya yang putih dan pesona dan kecantikannya?

Diriwayatkan dari Hadist Hasan bin Athiyah dari Ibnu Mas’ud ra, berkata :
“Di surga terdapat bidadari yang bermata jelita yang bernama Lu’bah, semua bidadari surga kagum kepadanya. Mereka menepuk bahu Lu’bah dan berkata : “Betapa bahagianya engkau wahai Lu’bah, sesungguhnya apabila pemburu surga mengetahui keberadaanmu, pasti mereka akan serius mengerjakan amal Shaleh. Diantara kedua matanya tertulis : “Barangsiapa ingin mendapatkan istri di surga seperti aku, maka hendaklah ia berbuat untuk mencari ke-ridhaan Rabb ku.

Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, saya pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,
Sekiranya Bidadari Surga mengeluarkan telapak tangannya di bumi, maka akan membuat penduduk dunia kagum karena saking bagus dan indahnya. Jika ia mengeluarkan tutup kepalanya, maka matahari pada saat bersinar terang akan berubah menjadi lampu yang kecil yg tidak lagi terlihat cahayanya, jika ia mengeluarkan wajah nya yg cantik, maka kecantikan wajahnya akan menyinari langit dan bumi.


Ibnu Mubarak berkata dari Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir yang berkata : “Sesungguhnya bidadari yang bermata jelita, menunggu masing-masing di pintu surga, Mereka berkata : “Duhai lama sekali kami menunggu kedatangan kalian”. Kami selalu riang dan tidak cemberut selama-lamanya, kami tetap tinggal bersamamu dan tidak akan berpisah selama-lamanya, kami tetap kekal dan tidak akan mati selama lamanya”, Bidadari tersebut berkata dengan suara paling merdu yang belum pernah didengar oleh telinga. Kemudian ia berkata : “Engkau adalah kekasihku dan Aku adalah kekasihmu.



Aksi Istisyhadiyah Disambut Cahaya Bidadari [VIDEO]


Negeri islam Suriah adalah negeri yang diberkati oleh Alloh, malaikat Alloh membentangkan sayap disana. Banyak bidadari yang cantik jelita mengantri menunggu para pejuang syuhada.

Taqobbalallah ya Syuhada! Allahu Akbar!!!
Video amatir ini terekam ketika terjadi aksi Amaliyah Istisyhadi, sebelum beliau berjibaku cahaya dari langit menghampirinya dan lantas ledakan pun terjadi dengan selubung putih menaungi beliau.

Ya Allah... hanya kepada mu kami kembalikan kejadian ini, benarlah apa yang Engkau Firmankan tiada keraguan di hati kami.


Video aksi istisyhadiyah yang disambut cahaya bidadari tertangkap kamera


sumber Telegram Aparat TV


Minggu, 28 Agustus 2016

Jerry D Gray - Konspirasi Yahudi dan Kaum Thogut [VIDEO]


Jerry D. Gray adalah seorang mualaf juga seorang Naturalisasi. Dia rela menanggalkan statusnya sebagai warga negara adidaya di abad ini (Amerika) yang notabenya adalah sebuah Negara impian bagi sebagian manusia di bumi ini, melihat dari taraf hidup warganya yang serba bekecukupan, fasilitas sebagai penunjang kehidupan yang lengkap, pendapatan tinggi penduduknya disetiap tahunnya, dan masih banyak keunggulan lain dibanding dengan negara kita. Tetapi itu semua tidak membuat seorang Jerry terpana dengan semua itu, justru ada hal-hal lain yang membuat dia muak berstatus sebagai Warga Negara Amerika.

Tidak banyak orang yang menyangka Jerry D. Gray, warga AS yang pernah menjadi prajurit angkatan udara negara adidaya itu, ternyata seorang mualaf yang tekun beribadah.

Bagi penulis sejumlah buku di antaranya “Deadly Mist”, “Demokrasi Barbar ala AS" dan “Dosa-dosa Media Amerika” itu, ketertarikan terhadap Islam dimulai justru dari tanah Arab tempat ajaran Islam itu sendiri pertama kali diturunkan kepada Rasul Allah SWT.

Beristrikan seorang perempuan Tasikmalaya dan dikaruniai seorang anak laki, Jerry menyatakan memiliki banyak kegiatan di Indonesia yang membuat dia makin betah yaitu memberikan pengajian, berbagi pengalaman dan menulis buku.





*Thogut: sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah Swt / yang melampaui batas.




Rabu, 15 Juni 2016

Dulunya Hafal 30 Juz Semua Hilang Tak Tersisa Kecuali 2 Ayat Saja


Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi'in (270 H) yang HAFAL AL QURAN. Namanya adalah sebaik-baik nama, 'Abdah bin 'Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya...?

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??
Inilah kisahnya :

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata 'Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.

Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”

Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.”

Syahwat telah memenuhi relung hati 'Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.

Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.

Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?

Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, "Dimana Al Quran mu yang dulu?"

Ia menjawab, "Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
"Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim."

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.
"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)."
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yg terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apalagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk diakhir hayat.

Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita." (muttafaq ‘alaih).



**Disarikan dari tulisan DR. Hamid Ath Thahir dari buku "Di bawah Kilatan Pedang" (101 Kisah Heroik Mujahidin)


Selasa, 14 Juni 2016

Pintu Surga, Pintu Neraka, Setan Diikat


Bulan Ramadhan tiba, ada tiga hal yang disebut oleh Nabi:
1. Pintu Surga Dibuka
2. Pintu Neraka Ditutup
3. Setan Diikat

Kenapa masih terjadi maksiat di bulan Ramadhan padahal setan diikat kala itu?

Karena maksiat terjadi bukan hanya godaan setan, namun ada hawa nafsu dan juga kebiasaan.

Disebutkan oleh Abul ‘Abbas Al-Qurthubi:

1. Setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
    
2. Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.
    
3. Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.

Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162)



Oleh :
MutiaraNasehat



Bersyukur Dalam Segala Hal


Hanya sekedar berbagi dan semoga bermanfaat 

Isilah titik-titik di bawah ini dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah menciptakan tertawa dan
(..........??)

2. Allah itu mematikan dan
(............??)

3. Allah itu menciptakan laki-laki dan
(............??)

4. Allah itu memberikan kekayaan dan
(...........??)

Bagaimana jawabannya ?

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

KENAPA ???
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sebagai berikut:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
(QS. An-Najm:43)

*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan."
(QS. An-Najm:44)

*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. "
(QS. An-Najm:45)

*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan."
(QS. An-Najm:48)


Ternyata jawaban yang no 4 kita sudah berburuk sangka kepada Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم


Ternyata yang "menciptakan kemiskinan" adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum.
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal*.

Aamiin aamiin Ya Robbal Aalamiin..



Sabtu, 11 Juni 2016

Sahkah Puasa Orang Yang Tidak Mengerjakan Shalat Kecuali Di Bulan Ramadhan


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Ini ada surat yang berasal dari Sa'id Ahmad Baghdady dari Makkah al-Mukarramah, dia mengatakan, "Seseorang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di bulan Ramadhan, apakah puasanya sah ataukah tidak?"

Jawaban: Orang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di siang hari bulan Ramadhan, jika shalatnya di siang hari bulan Ramadhan sebagai bentuk kembali kepada Allah dan sebagai bentuk taubat dari perbuatannya meninggalkan shalat sepanjang tahun serta bertekat kuat untuk terus melaksanakan shalat di sisa umurnya, maka puasanya sah, walaupun seandainya kita berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat menjadi kafir dengan meninggalkan satu kali saja shalat fardhu, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian Salaf, karena sesungguhnya taubatnya menghapus dosa-dosa sebelumnya.

Adapun jika dia mengerjakan shalat di bulan Ramadhan dan tetap berniat tidak akan mengerjakannya jika Ramadhan telah berlalu,  jika dia meyakini bahwa shalat tidak wajib selain di bulan Ramadhan, maka dia kafir dan puasanya tertolak, dan shalat yang dia kerjakan di bulan Ramadhan tidak diterima darinya.


Sedangkan jika dia meyakini bahwa hukumnya wajib, hanya saja dia terus meninggalkannya sebagai bentuk kemaksiatan kepada Allah dan kefasikan, maka puasanya diterima (sah -pent),
namun jika dia meninggalkan shalat setelah Ramadhan dikhawatirkan dia akan mati dalam keadaan seperti ini, sehingga kematiannya sangat membahayakan berkaitan dengan keadaannya; yaitu apakah dia masih seorang muslim ataukah kafir.


-Silsilah Fatawa Nuurun Alad Darb, kaset no. 26




Selasa, 07 Juni 2016

Mantan Direktur NATO: Disalib dan Disiksa, Tuhan Seperti Tak Punya Kuasa


Tauhid yang murni di dalam Islam itulah yang akhirnya membuat Hoffman memeluk Islam. Keyakinannya semakin kuat ketika ia bertugas di Aljazair dan melihat betapa umat Islam Aljazair begitu sabar, kuat dan tabah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dari umat lain. Sangat bertolak belakang dengan kepribadian masyarakat Barat yang rapuh.

Direktur NATO Masuk Islam - Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels.

Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).

Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam. Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko.

Bagaimana ia mendapatkan hidayah? Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.
Hoffman juga memiliki sejumlah pertanyaan teologi yang belum terjawab, terutama mengenai dosa warisan. Ia juga tidak puas dengan jawaban mengapa tuhan memiliki anak dan harus pasrah disiksa hingga mati di kayu salib.

Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak punya kuasa,” tegasnya.

Hoffman bahkan sempat “meragukan” keberadaan Tuhan. Ia lalu melakukan analisa terhadap karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, dan Kant, hingga akhirnya ia dengan yakin menemukan bahwa Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, bagaimana manusia berkomunikasi dengan-Nya?

Hoffman menemukan, jawabannya adalah wahyu. Maka ia pun membandingkan berbagai “wahyu” yang ada. Setelah membandingkan kitab suci Yahudi, Kristen dan Islam itulah Hoffman mendapati Islam-lah yang secara tegas menolak dosa warisan. Ia juga mendapati, dalam Islam seseorang langsung berdoa kepada Allah, bukan melalui perantara atau tuhan-tuhan lainnya.

Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hierarki keagamaan; ketika berdoa, ia tidak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, tetapi langsung kepada Allah,”kata Hoffman.

"Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan orang-orang Aljazair dalam menghadapi penderitaan ekstrem, mereka sangat disiplin dan menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, rasa percaya diri mereka sangat tinggi akan kemenangan yang akan diraih. Saya sangat salut dan bangga dengan sikap mereka," ujarnya.

Ketika keislamannya diketahui publik pasca terbitnya buku Der Islam als Alternative, media massa dan masyarakat Jerman serentak mencerca dan menggugat Hoffman.

Media massa sebesar Del Spigel pun turut mencercanya. Bahkan pada kesempatan berbeda, televisi Jerman men-shooting Hoffman saat ia sedang melaksanakan shalat di atas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter:
"Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?"

Hoffman tersenyum mendengar komentar sang reporter. "Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih." 

Artinya, lelaki yang menambah namanya dengan “Murad” (yang dicari) ini, paham bahwa keislamannya akan membuat warga Jerman marah. Namun ia sadar, segala sesuatu harus ia hadapi apapun resikonya.

Bagi Murad Wilfried Hoffman, demikian nama lengkapnya setelah menjadi Muslim, Islam adalah agama yang rasional dan maju.

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

(Qs Al Ikhlas)

" Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." ( QS 4:171 )

Ketua Pengarah NATO dari Jerman yg telah mengambil keputusan bijak memeluk Islam yang baginya adalah jawaban kenapa moral barat semakin sesat.



Minggu, 24 April 2016

4 Ciri Orang Yang Diberkahi Allah


Allah Ta’ala berfirman menceritakan perkataan Nabi ‘Isa Alaihissalaam :

كُنْتُ مَا أَيْنَ مُبَارَكًا وَجَعَلَنِي

Artinya: “Dan Dia (Allah) menjadikanku sebagai orang yang diberkahi dimanapun aku berada.” (QS. Maryam: 31)

 Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah menerangkan bahwa orang yang diberkahi Allah Ta’ala ialah siapa saja yg memiliki sifat dan kriteria berikut ini :

• Mengajarkan kebaikan.

• Menyeru kepada Allah swt.

• Mengingatkan tentang Allah swt.

• Memotivasi agar senantiasa berbuat ketaatan kepada Allah swt.

Maka, barangsiapa yang tidak ada pada dirinya 4 sifat dan kriteria tersebut, berarti ia bukanlah termasuk orang yang diberkahi. Dan Allah Ta’ala telah menghilangkan keberkahan dari perjumpaan dan perkumpulannya serta dari orang yang berjumpa dan berkumpul (berduduk-duduk) dengannya.

Hilangnya keberkahan ini disebabkan orang yang tidak diberkahi Allah swt  tersebut akan menyia-nyiakan waktu (umur) dan merusak hati (kita).



Sumber : Risalatu Ibnil Qoyyim ilaa Ahadi Ikhwaanihi, hal.3

Kamis, 07 April 2016

Mutiara Salaf


بسم الله الرحمن الرحيم

Mu'adz bin Jabal radhiyallahu ’anhu berkata,

Pelajarilah ilmu, karena  mempelajarinya karena Allah merupakan wujud ketakutan  kepada-Nya
• Mencarinya adalah ibadah,
• mengingatnya adalah tasbih,
• mengkajinya adalah jihad, 🔹mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahui  adalah shadaqah  
• dan membiayai orang yang berilmu adalah taqarrub. 

• Ilmu merupakan petunjuk yang halal dan yang haram,
• menara jalan para penghuni  surga,  
• teman pada saat takut, 
• rekan saat sendirian,  
• bukti pada saat lapang dan sempit, 
• senjata saat menghadapi musuh dan 
• hiasan di samping teman-teman.  

Dengan ilmu Allah meninggikan beberapa kaum dan menjadikan mereka pelopor dalam kebaikan dan pemimpin yang jejaknya diikuti. 

Perbuatan mereka ditiru dan pendapat mereka diandalkan. 

Para malaikat menyukai  perkumpulan mereka dan mengusap dengan sayap-sayapnya. 

Siapa pun memintakan ampunan bagi mereka, termasuk pula ikan paus di  lautan dan binatang buas di daratan.  

Sebab ilmu merupakan  kehidupan hati dari kebodohan  dan pelita bagi penglihatan dari  kegelapan. 

Dengan ilmu seorang hamba  bisa mencapai kedudukan yang paling baik dan derajat yang  tinggi di dunia serta di akhirat. 

Memikirkan ilmu menyerupai  puasa dan mengkajinya menyerupai shalat malam. 

Dengan ilmu, tali  per-saudaraan dapat dijalin,  dengan ilmu dapat diketahui mana yang halal dan mana  yang haram.  

Ilmu adalah imam amal dan amal mengikutinya. Orang-orang yang berbahagia diberi  ilham ilmu dan orang-orang yang menderita tidak mendapatkannya.” 

(Diriwayatkan Ath-Thabrany  dan Ibnu AbdilBarr serta lain-lainnya)


Al-Imam Ahmad menyebutkan di dalam Kitab  Zuhud, dari perkataan Luqman,  bahwa dia berkata kepada anaknya, 


“Wahai anakku, bergaulah  dengan orang-orang yang berilmu dan berkumpulah bersama mereka, karena Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghidupkan bumi dengan air hujan.”


-Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah