Home / Akhir zaman
Tampilkan postingan dengan label Akhir zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir zaman. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 November 2016
Sabtu, 15 Oktober 2016
Aksi Istisyhadiyah Disambut Cahaya Bidadari [VIDEO]
Akhir zaman Hidayah Karomah SunnahNegeri islam Suriah adalah negeri yang diberkati oleh Alloh, malaikat Alloh membentangkan sayap disana. Banyak bidadari yang cantik jelita mengantri menunggu para pejuang syuhada.
Taqobbalallah ya Syuhada! Allahu Akbar!!!
Video amatir ini terekam ketika terjadi aksi Amaliyah Istisyhadi, sebelum beliau berjibaku cahaya dari langit menghampirinya dan lantas ledakan pun terjadi dengan selubung putih menaungi beliau.
Ya Allah... hanya kepada mu kami kembalikan kejadian ini, benarlah apa yang Engkau Firmankan tiada keraguan di hati kami.
Video aksi istisyhadiyah yang disambut cahaya bidadari tertangkap kamera
Malaikat Maut Mencabut Nyawa Seorang Syuhada [VIDEO]
Akhir zaman Rasulullah SAW TauhidSesungguhnya Kematian yang Paling tinggi Derajatnya disisi Allah adalah Seorang yg Shahid - Mati membela Agama Allah (Syuhada) :
Rasulullah bersabda :
"Seorang yg mati syahid diberi 6 perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya, yaitu semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan dan kedahsyatan yg besar pada hari kiamat, diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan"
(HR. Bukhari)
Detik-detik kematian Syuhada di Suriah VIDEO
Rasulullah bersabda :
"Seorang yg mati syahid diberi 6 perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya, yaitu semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan dan kedahsyatan yg besar pada hari kiamat, diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan"
(HR. Bukhari)
"Seseorang yg mati syahid dapat memberi syafaat (pertolongan) kepada 70 anggota keluarganya di hari kiamat"
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
"Seseorang yg mati syahid dapat memberi syafaat (pertolongan) kepada 70 anggota keluarganya di hari kiamat"
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Para Syuhada (orang-orang yang gugur dalam peperangan membela agama) tidak akan di tanya di Alam Kuburnya. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Ya, Rasulullah! Mengapa orang yang syahid tidak mengalami fitnah kubur seperti orang-orang mukmin yang lain?”
Sebagai penjelasannya
“Cukuplah luka-luka akibat pedang di kepalanya sebagai fitnahnya.”
(Sunan Nasai, No. 2053, hadist itu telah disahkan kebenarannnya oleh Syekh Albani)
Sabtu, 17 September 2016
Nubuwwah Akhir Zaman Hingga Kiamat – Part 4
Akhir zaman Al mahdi azab Rasulullah SAW Sejarah IslamHARI QIYAMAT [KIAMAT]
Oleh: Zahra Sauqiyah
Ketika bicara tentang hari kiamat, maka yang terbayang oleh kita adalah azab yang sangat pedih, ketakutan, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang dapat menghentakkan hati karena kengerian yang ada di dalamnya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikannya ), maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah.
Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.Hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikannya ), maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”(QS. Al-Qaari’ah:1-11)
Sungguh sangat menakutkan pada hari itu, tidak ada teman, tidak ada keluarga, saudara,
suami, istri, anak, semua sibuk dengan diri masing-masing. Wal ‘iyadzu billah..
Di alam barzah atau alam kubur saja tidak bisa dibayangkan bagaimana kita menghadapi pertanyaan Malaikat-Malaikat Allah Subhanahu wa ta’ala, bagaimana kita hidup sendiri di alam yang gelap yang kita tidak pernah tahu bagaimana kita melewati hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sampai datangnya hari pembalasan.
Dari Hani, hamba sahaya Utsman bi Affan, berkata bahwa utsman bin Affan radhiyallahu‘anhu jika berdiri di atas kubur, ia menangis hingga janggutnya basah. Kemudian ada yang bertanya kepadanya,
“Mengapa engkau ketika mengingat surga dan neraka tidak menangis, tapi ketika mengingat kubur engkau malah menangis?”
Ia menjawab, “Karena saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Kubur adalah satu tempat pertama dari tempat-tempat akhirat, maka siapa yang selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih sulit dari itu.‘ Dan beliau bersabda pula, ‘Saya tidak melihat sesuatu pemandangan yang lebih menakutkan dibandingkan kuburan.’ ”
(HR At-Tirmidzi)
Jika hal ini berkaitan dengan kubur, bagaimana halnya dengan hari kiamat yang di dalamnya akan terjadi pengumpulan manusia di padang mahsyar, hisab, timbangan, haudh, syafaat, neraka dan surga?
Bagaimana manusia dikumpulkan pada hari kiamat itu?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam tiga kelompok:
kelompok orang yang berjalan kaki, kelompok orang yang berkendaraan, dan kelompok orang yang diseret dengan wajah mereka di bawah.“
Ada yang bertanya,
“Wahai Rasulullah, bagaimana mereka berjalan dengan wajah di bawah?”
Beliau bersabda, “Allah Subhanahu wa ta’ala yang membuat mereka berjalan di atas wajah mereka. Tapi mereka menggunakan wajah mereka untuk menapaki jalan yang bergelombang dan penuh duri. “
(HR Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi )
Astaghfirullah…
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rahmat kepada kita agar selamat dan dijauhkan dari azab pada hari itu. Aamiin Allahumma Aamiin.
Wallahu a’lam bishshowab.
Di alam barzah atau alam kubur saja tidak bisa dibayangkan bagaimana kita menghadapi pertanyaan Malaikat-Malaikat Allah Subhanahu wa ta’ala, bagaimana kita hidup sendiri di alam yang gelap yang kita tidak pernah tahu bagaimana kita melewati hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sampai datangnya hari pembalasan.
Dari Hani, hamba sahaya Utsman bi Affan, berkata bahwa utsman bin Affan radhiyallahu‘anhu jika berdiri di atas kubur, ia menangis hingga janggutnya basah. Kemudian ada yang bertanya kepadanya,
“Mengapa engkau ketika mengingat surga dan neraka tidak menangis, tapi ketika mengingat kubur engkau malah menangis?”
Ia menjawab, “Karena saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Kubur adalah satu tempat pertama dari tempat-tempat akhirat, maka siapa yang selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih sulit dari itu.‘ Dan beliau bersabda pula, ‘Saya tidak melihat sesuatu pemandangan yang lebih menakutkan dibandingkan kuburan.’ ”
(HR At-Tirmidzi)
Jika hal ini berkaitan dengan kubur, bagaimana halnya dengan hari kiamat yang di dalamnya akan terjadi pengumpulan manusia di padang mahsyar, hisab, timbangan, haudh, syafaat, neraka dan surga?
Bagaimana manusia dikumpulkan pada hari kiamat itu?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam tiga kelompok:
kelompok orang yang berjalan kaki, kelompok orang yang berkendaraan, dan kelompok orang yang diseret dengan wajah mereka di bawah.“
Ada yang bertanya,
“Wahai Rasulullah, bagaimana mereka berjalan dengan wajah di bawah?”
Beliau bersabda, “Allah Subhanahu wa ta’ala yang membuat mereka berjalan di atas wajah mereka. Tapi mereka menggunakan wajah mereka untuk menapaki jalan yang bergelombang dan penuh duri. “
(HR Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi )
Astaghfirullah…
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rahmat kepada kita agar selamat dan dijauhkan dari azab pada hari itu. Aamiin Allahumma Aamiin.
"Barang siapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata." (QS. Al-An’am: Ayat 16)
Wallahu a’lam bishshowab.
Nubuwwah Akhir Zaman Hingga Kiamat – Part 3
Akhir zaman Al mahdi Rasulullah SAW Sejarah IslamNabi ISA As. Turun Untuk Membunuh DAJJAL
Oleh : Dzulqarnain
Salah satu peristiwa penting di akhir zaman adalah turunnya Nabi Isa a.s yang salah satu tugasnya adalah membunuh Dajjal laknatullah alaihim. Berikut kronologisnya.
Dajjal akan muncul pasca Al Malhamah Kubro, yakni 7 bulan setelah peperangan kaum Muslimin dengan Romawi.
Dajjal akan muncul pasca Al Malhamah Kubro, yakni 7 bulan setelah peperangan kaum Muslimin dengan Romawi.
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata : Rasulullah bersabda: "Al Malhamah Al Kubra, penaklukan Konstantinopel dan keluarnya Dajjal terjadi selama tujuh bulan." (HR Abu Dawud).
Pasca Al Malhamah Al Kubro masih ada satu perang dahsyat lagi yakni yang disebut dengan Armageddon, yakni sebuah perang yang terjadi di sebuah bukit di Palestina yang bernama bukit Mageddon.
Kronologi perang Armageddon adalah di saat munculnya Dajjal sebagai pemimpin Israel kemudian Allah menurunkan Nabi Isa a.s., dan dalam waktu yang singkat Nabi Isa a.s., berhasil membunuh Dajjal di pintu Ludd wilayah perbatasan negara Israel. sebagaimana hadits:
Kronologi perang Armageddon adalah di saat munculnya Dajjal sebagai pemimpin Israel kemudian Allah menurunkan Nabi Isa a.s., dan dalam waktu yang singkat Nabi Isa a.s., berhasil membunuh Dajjal di pintu Ludd wilayah perbatasan negara Israel. sebagaimana hadits:
“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya…" (HR. Muslim)
Setelah Nabi Isa a.s., membunuh Dajjal dan menaklukkan negara Israel sebagaimana hadist kaum muslimin akan memerangi kaum yahudi hingga mereka bersembunyi di balik batu, batu pun akan berbicara.
Kemudian Allah mengutus Ya’juj dan Ma’juj untuk merebut kembali negara Israel dan memerangi Nabi Isa a.s. sehingga nabi Isa a.s. terkepung di bukit Thur.
Peristiwa perang Armageddon juga juga dikisahkan dalam sebuah ashar dari sahabat Nabi SAW. Abu Hurairah dalam manuskrip yang ditulis ulang oleh peneliti berjudul : “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb“.
Tulisan tersebut saat ini menjadi barang langka dan banyak dicari karena berasal dari abad ke 2 H yang ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam (wilayah Lebanon, Palestina). Buku tersebut kini disimpan di perpustakaan Turki di Istanbul. Salah satu cuplikan dalam buku tersebut sebagai berikut:
“Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar dan pelacur. Namanya Amirika. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh al-Quds dan al-Madinah al-Muqaddasah (Kota yang disucikan).
Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al-mahdi melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya.
Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu al-Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al-Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi al-Khazar dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi.
Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang Dajjal, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”.
Wallahu’alam bis showab!
Berlanjut Disini
Hari Qiyamat
Nubuwwah Akhir Zaman Hingga Kiamat – Part 2
Akhir zaman Al mahdi mualaf Rasulullah SAW Sejarah IslamAkhir Zaman Muslimin Akan Berdamai Dengan Bangsa Rumawi
Oleh: Dzulqarnain
Peristiwa penting di akhir zaman adalah berdamainya (gencatan senjata) antara Romawi dengan Kaum Muslimin. Hal tersebut sebagaimana nubuwwah Rosulullah saw., :
“Kalian akan shulh (mengadakan perjanjian damai, gencatan senjata) dengan Bangsa Romawi dengan perjanjian aman. Kemudian kalian dan mereka (Romawi) akan memerangi musuh di belakang kalian. Kalian akan dimenangkan Allah, dan meraih ghanimah dengan selamat. Setelah itu kalian (dan Romawi) berkumpul di Marj Dzi Tullul (sebuah dataran tinggi). Lantas seorang Salibis Romawi mengangkat salib sambil berteriak: “Hidup Salib!” Seorang mukmin kemudian marah dan mematahkan salib tersebut. Kemudian Romawi marah dan mengkhianati perjanjian, dan kaum muslimin bersatu melawan mereka. Saat itulah terjadi Al Malhamah Al Kubra.” [HR. Abu Dawud, 4292]
Hadits di atas secara jelas memaparkan kronologis hubungan Romawi dengan Kaum Muslimin di akhir zaman hingga terjadinya Al Malhamah Al Kubro.
Di hadits yang diriwayatkan oleh Nafi’ bin Utbah,
Rosulullah SAW., bersabda :
“Kalian akan memerangi (menaklukkan/membebaskan) semenanjung Arab dan Allah SWT., akan menaklukkan-nya untuk kalian. Kemudian Parsi juga ditaklukkan Allah SWT., untuk kalian. Setelah itu Romawi pun juga ditaklukkan. Terakhir kalian akan memerangi dajjal, maka Allah memberikan kemenangan (bagi kalian) atas dajjal.” Nafi’ berkata, “Hai Jabir, ketahuilah bahwa kita tidak akan melihat dajjal muncul sebelum Romawi ditaklukkan terlebih dahulu."
Mengutip pendapat DR. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh dalam buku “Ensiklopedi Akhir Zaman” dikatakan :
“…besar kemungkinan maksud penaklukkan Romawi ialah (mencakup) peperangan antara kaum Muslimin melawan Romawi di akhir zaman”.
Dalam bukunya tersebut, DR. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh mengatakan bahwa Romawi di akhir zaman adalah AS dan sekutu-sekutunya, adapun musuh bersama yang digempur (bersama umat Islam) adalah Yahudi Israel.
Kembali kepada perjanjian damai antara kaum Muslimin dengan Romawi, ternyata terjadi pasca penaklukkan Syam dan pengosongan Yastrib, sebagaimana penjelasan dari hadits berikut :
“Dan periode keenam adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (yaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasykus.”
“Kalian akan memerangi (menaklukkan/membebaskan) semenanjung Arab dan Allah SWT., akan menaklukkan-nya untuk kalian. Kemudian Parsi juga ditaklukkan Allah SWT., untuk kalian. Setelah itu Romawi pun juga ditaklukkan. Terakhir kalian akan memerangi dajjal, maka Allah memberikan kemenangan (bagi kalian) atas dajjal.” Nafi’ berkata, “Hai Jabir, ketahuilah bahwa kita tidak akan melihat dajjal muncul sebelum Romawi ditaklukkan terlebih dahulu."
Mengutip pendapat DR. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh dalam buku “Ensiklopedi Akhir Zaman” dikatakan :
“…besar kemungkinan maksud penaklukkan Romawi ialah (mencakup) peperangan antara kaum Muslimin melawan Romawi di akhir zaman”.
Dalam bukunya tersebut, DR. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh mengatakan bahwa Romawi di akhir zaman adalah AS dan sekutu-sekutunya, adapun musuh bersama yang digempur (bersama umat Islam) adalah Yahudi Israel.
Kembali kepada perjanjian damai antara kaum Muslimin dengan Romawi, ternyata terjadi pasca penaklukkan Syam dan pengosongan Yastrib, sebagaimana penjelasan dari hadits berikut :
“Dan periode keenam adalah perdamaian antara kalian (kaum muslimin) dengan Bani Ashfar (yaitu Romawi atau Eropa). Kemudian mereka akan berjalan (memerangi kalian) di atas 80 ghayah.” Aku (perawi hadits) bertanya: “Apa itu ghayah?” Beliau menjawab: “Yaitu bendera. Masing-masing bendera membawahi 12.000 pasukan. Perkemahan kaum muslimin ketika itu adalah di sebuah tempat yang bernama Ghuthah di kota yang bernama Damasykus.”
[HR. Ahmad: 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Tahqiq Musnad Ahmad berkata: “Isnadnya shahih menurut kriteria Muslim.”]
Riwayat di atas menunjukkan bahwa kaum Muslimin telah menguasai Damaskus saat “ash shulh” (perjanjian damai/gencatan senjata) dilaksanakan.
Adapun terkait dengan pengosongan Madinah (Yatsrib) diriwayatkan sebagai berikut :
Kemakmuran Baitul Maqdis diikuti dengan pengosongan Yatsrib. Pengosongan Yatsrib diikuti dengan Al Malhamah, Al Malhamah dengan Penaklukan Konstantin, Penaklukan Konstantin dengan keluarnya Dajjal. [HR. Abu Dawud 4294]
Dengan demikian, peristiwa menuju Al Malhamah Al Kubro akan melewati fase-fase berikut ini, wallahu’alam bis showab.
1. Penaklukan Jazirah,
2. Penaklukan Syam,
3. Pengosongan Madinah
4. Penaklukan Persia,
5. Al Malhamah Al Kubro (penaklukan Romawi)
6. Penaklukan Konstantin yang kedua
7. Kemunculan Dajjal.
Berdasarkan zhahir hadits yang dikutip di awal, yang pasti adalah bahwa peristiwa “ash shulh” dan memerangi “musuh dari belakang” terjadi beruntun, karena Rasul menggunakan kata “fa” yang maksudnya tidak ada jeda.
Sedangkan peristiwa Al Malhamah Al Kubro sendiri terjadi saat kaum muslimin pulang dari peperangan melawan “musuh dari belakang” tadi.
Artinya, jeda hanya terjadi sesaat seusai peperangan sebelum akhirnya kaum Muslimin pulang, dan Rasul tidak menceritakan adanya peristiwa besar yang lain sebelum terjadinya Al Malhamah Al Kubro.
Faktanya, pada saat peristiwa “ash shulh” dan Al Malhamah Al Kubro terjadi, kaum muslimin sudah memiliki benteng dan perkemahan di bumi Syam yang diberkahi. Artinya, bumi Syam sudah ditaklukan oleh kaum Muslimin, sebagaimana hadits berikut:
Perkemahan kaum muslimin pada hari Al Malhamah adalah di Ghouthah, dekat kota Damaskus, itulah sebaik-baik tempat bagi kaum muslimin pada hari itu. [Mustadrak Ala Shahihain Kitabul Fitan wal Malahim 8543]
Dengan kata lain, setelah Persia ditaklukan barulah kaum Muslimin menaklukan Syam, lalu mengadakan perjanjian dengan Romawi, lalu memerangi “pasukan dari belakang”, lalu terjadilah Al Malhamah Al Kubro, yaitu pertempuran besar-besaran antara Romawi melawan umat Islam dan akhirnya Romawi dapat ditaklukan dengan idzin Allah.
Adapun peristiwa Al Malhamah Al Kubro terjadi setelah Romawi mendatangi A’maq atau Dabiq, sebagaimana hadits :
Adapun terkait dengan pengosongan Madinah (Yatsrib) diriwayatkan sebagai berikut :
Kemakmuran Baitul Maqdis diikuti dengan pengosongan Yatsrib. Pengosongan Yatsrib diikuti dengan Al Malhamah, Al Malhamah dengan Penaklukan Konstantin, Penaklukan Konstantin dengan keluarnya Dajjal. [HR. Abu Dawud 4294]
Dengan demikian, peristiwa menuju Al Malhamah Al Kubro akan melewati fase-fase berikut ini, wallahu’alam bis showab.
1. Penaklukan Jazirah,
2. Penaklukan Syam,
3. Pengosongan Madinah
4. Penaklukan Persia,
5. Al Malhamah Al Kubro (penaklukan Romawi)
6. Penaklukan Konstantin yang kedua
7. Kemunculan Dajjal.
Berdasarkan zhahir hadits yang dikutip di awal, yang pasti adalah bahwa peristiwa “ash shulh” dan memerangi “musuh dari belakang” terjadi beruntun, karena Rasul menggunakan kata “fa” yang maksudnya tidak ada jeda.
Sedangkan peristiwa Al Malhamah Al Kubro sendiri terjadi saat kaum muslimin pulang dari peperangan melawan “musuh dari belakang” tadi.
Artinya, jeda hanya terjadi sesaat seusai peperangan sebelum akhirnya kaum Muslimin pulang, dan Rasul tidak menceritakan adanya peristiwa besar yang lain sebelum terjadinya Al Malhamah Al Kubro.
Faktanya, pada saat peristiwa “ash shulh” dan Al Malhamah Al Kubro terjadi, kaum muslimin sudah memiliki benteng dan perkemahan di bumi Syam yang diberkahi. Artinya, bumi Syam sudah ditaklukan oleh kaum Muslimin, sebagaimana hadits berikut:
Perkemahan kaum muslimin pada hari Al Malhamah adalah di Ghouthah, dekat kota Damaskus, itulah sebaik-baik tempat bagi kaum muslimin pada hari itu. [Mustadrak Ala Shahihain Kitabul Fitan wal Malahim 8543]
Dengan kata lain, setelah Persia ditaklukan barulah kaum Muslimin menaklukan Syam, lalu mengadakan perjanjian dengan Romawi, lalu memerangi “pasukan dari belakang”, lalu terjadilah Al Malhamah Al Kubro, yaitu pertempuran besar-besaran antara Romawi melawan umat Islam dan akhirnya Romawi dapat ditaklukan dengan idzin Allah.
Adapun peristiwa Al Malhamah Al Kubro terjadi setelah Romawi mendatangi A’maq atau Dabiq, sebagaimana hadits :
Tidak akan terjadi kiamat sehingga bangsa Romawi sampai di A’maq atau Dabiq. Kedatangan mereka dihadapi oleh sebuah pasukan yang keluar dari kota Madinah yang merupakan penduduk bumi yang terbaik pada masa itu. Pada saat mereka telah berbaris, bangsa Romawi menggertak: “Biarkan kami masuk untuk membuat perhitungan dengan orang-orang kami yang kalian tawan!” Mendengar gertakan tersebut, kaum muslimin menjawab : “Demi Allah, kami tak akan membiarkan kalian mengusik saudara-saudara kami!”
Maka terjadilah peperangan antara kedua pasukan. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri, maka Allah tidak akan mengampuni mereka selama-lamanya. Sepertiga pasukan Islam akan terbunuh, merekalah sebaik-baik syuhada. Sepertiga yang lainnya akan memperoleh kemenangan dan tidak akan terkena fitnah sedikitpun selamanya. Kemudian mereka menaklukan kota Konstantinopel. Ketika mereka tengah membagi-bagi harta rampasan perang dan telah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon Zaitun, mendadak suara teriakan setan, “Sesungguhnya Al Masih Ad Dajjal telah menguasai keluarga kalian!”
Mereka pun bergegas pulang, namun ternyata berita itu bohong. Tatkala mereka telah sampai di Syam, barulah Dajjal muncul. Ketika mereka tengah mempersiapkan diri untuk berperang dan merapikan barisan, tiba-tiba datang waktu shalat. Pada saat itulah Nabi Isa bin Maryam turun. Ia memimpin mereka. Begitu melihat Nabi Isa, musuh Allah si Dajjal pun meleleh bagaikan garam yang mencair. Sekiranya ia membiarkannya, sudah tentu musuh Allah itu akan hancur leleh. Namun Allah membunuhnya melalui perantara Nabi Isa, sehingga beliau menunjukkan kepada kaum muslimin darah musuh Allah yang masih segar menempel di ujung tombaknya. [HR. Muslim 2897]
Hadits di atas menunjukkan bahwa kaum muslimin “menahan” sebagian orang Romawi yang disebut sebagai “saudara” oleh kaum muslimin. Para ulama menafsirkan bahwa mereka adalah orang Romawi yang telah masuk Islam dan tinggal bersama kaum muslimin di Syam.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan peristiwa pasca shulhul Hudaybiyah, dimana orang-orang musyrikin Makkah memaksa mereka yang berhijrah ke Madinah setelah perjanjian disepakati, tidak diperkenankan dan dipaksa untuk pulang ke Makkah, walaupun akhirnya mereka tidak pulang ke Makkah.
Adapun yang terjadi di akhir zaman kelak, bahwa setelah kaum muslimin dan Romawi bersama-sama selesai memerangi “musuh dari belakang”, banyak di antara orang-orang Romawi yang lebih memilih tinggal di Syam (berislam). Hal ini membuat orang-orang Romawi geram dan menghendaki mereka untuk kembali (murtad), namun kaum muslimin melindunginya. Saat itulah Al Malhamah terjadi yang kemudian diikuti beberapa peristiwa sebagaimana yang diriwayatkan tersebut.
Berlanjut Disini
Nabi Isa As. Turun Untuk Membunuh Dajjal
Nubuwwah Akhir Zaman Hingga Kiamat – Part 1
Akhir zaman Al mahdi Rasulullah SAW Sejarah IslamKhilafah atau Al Mahdi dulu yang muncul?
Oleh : Dzulqarnain
Saat ini umat Islam masih berdebat soal mana duluan yang akan muncul, Khilafah atau Al Mahdi?Mari kita coba lihat nubuwwah akhir zaman dan realitas terkini yang terjadi, semoga bisa menjawab pertanyaan tersebut, wallahu’alam bis showab!
Saat ini, Fase Terakhir.
Sebuah nubuwwah nabi Saw., mengabarkan kepada kita bahwa fase terakhir perjalanan panjang umat Islam adalah tegak kembalinya Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah.
Rosulullah SAW., bersabda :
“Adalah di tengah-tengah kamu (masa) kenabian sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah adanya, kemudian Allah menghilangkannya manakala Dia berkehendak. Kemudian akan ada (masa) khilafah Rasyidah yang berjalan berdasarkan Minhaj (jalan) kenabian sampai pada (masa) yang dikehendaki oleh Allah adanya, kemudian Allah menghilangkannya manakala Dia berkehendak.
Setelah itu akan ada kerajaan yang menggigit dengan kuat (berpegang pada sunnah) hingga pada waktu yang dikehendaki oleh Allah adanya, kemudian Allah menghilangkannya manakala Dia berkehendak. Sesudah itu akan ada kerajaan yang sewenang-wenang sampai pada waktu yang dikehendaki oleh Allah adanya, kemudian Allah menghilangkannya manakala Dia berkehendak.
Kemudian akan ada Khilafah Rasyidah yang berjalan berdasarkan Minhaj (jalan) kenabian. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diam.”
[Hadits Shahih Riwayat Imam Ahmad no. 18903, 40/56, Lihat Silsilah Shahihah No. 5]
Para ulama sepakat, umat Islam saat ini berada di fase terakhir, yakni di masa para rezim diktaktor, dan hampir 100 tahun kosong dari sistem pemerintahan Islam atau yang di akhir hadits disebut dengan Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah.
Dengan demikian, umat Islam akan segera melihat kemunculan Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah, sebagai tanda akan dimulainya masa-masa kejayaan Islam, termasuk masa berkuasanya Al Mahdi.
Jalan Untuk Al Mahdi
Dari Abdullah bin al-Haris bin Jaz-uz Zabidi RA katanya, sabda Nabi SAW.,
“Akan keluar orang-orang dari Timur, lalu mereka mempersiapkan untuk Imam Mahdi, yakni tapak pemerintahannya.” (HR Ibnu Majah)
Hadits lain memperkuat hadits di atas, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al Hakim.
“Maka barangsiapa di antara kalian atau anak cucu kalian mendapati laki-laki tersebut, hendaklah ia mendatangi imam (pemimpin) ahlul baitku meski harus merangkak diatas salju. Karena sesungguhnya panji-panji tersebut adalah panji-panji petunjuk yang mereka serahkan kepada seorang laki-laki dari ahlul-baitku, namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Ia berkuasa di bumi dan memenuhi bumi dengan ketenteraman dan keadilan, setelah sebelumnya dipenuhi dengan kedurjanaan dan kezhaliman." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Di dalam hadis tersebut ada kalimat “hendaklah ia mendatangi imam (pemimpin) ahlul baitku", ini menunjukkan bahwa sebelum pemerintahan Al Mahdi sudah ada imam (pemimpin) dalam sebuah pemerintahan Islam, yakni Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah, yang mana panji-panjinya (simbol-simbol pemerintahannya) kelak akan di serahkan kepada Al Mahdi.
Khilafah Dulu, Baru Al Mahdi
Terkait hadits Rosulullah yang membahas fase-fase umat Islam, Rasululloh tidak menyebutkan secara eksplisit (jelas) bahwa Khilafah yang wujud di akhir zaman itu langsung dipimpin oleh Imam Mahdi.
Sehingga, sangat mungkin kiranya pada Kekhilafahan yang berdiri di akhir zaman (sebelum diutusnya Imam Mahdi), ia tidak serta-merta sang Khalifah pertamanya adalah Imam Mahdi, sebagaimana anggapan keliru yang diyakini oleh kebanyakan orang. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Imam Ibnu Katsir.
Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah pernah menyebutkan, “Al-Mahdi adalah Muhammad bin Abdulloh Al-‘Alawi Al-Fatimi Al-Hasani. Alloh akan mengishlahnya dalam satu malam. Maksudnya, Alloh menerima taubatnya, memberinya taufik, memberinya petunjuk, setelah sebelumnya tidak demikian. Kemudian Alloh menopangnya dari penduduk Masyrik (timur) yang mereka akan menolongnya dan mengokohkan pemerintahannya (Sulthan) dan mengokohkan pilar-pilarnya dan dijadikan pula Panji Hitam sebagai Ar-Rayah-nya. Sebagai arti dari sebuah kewibawaan. Karena Ar-Rayah yang dimiliki Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam adalah Panji Hitam, yang disebut dengan Al-‘Uqab”
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Bani sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Katsir. Beliau berkata, “Ketahuilah wahai saudaraku sesama muslim, sesungguhnya banyak kaum muslimin yang pada hari ini telah menyimpang dari kebenaran dalam masalah ini. Diantara mereka ada yang memiliki keyakinan bahwa Daulah Islam tidak akan tegak kecuali dengan keluarnya Al-Mahdi. Pendapat ini adalah sebuah khurafat dan kesesatan yang dicampakkan oleh syetan ke dalam hati banyak masyarakat awam. Terutama lagi orang-orang sufi diantara mereka. Tidak ada satu dasarpun hadits-hadits tentang Al-Mahdi yang menyiratkan hal itu. Bahkan, hadits-hadits tentang Al-Mahdi tidak lebih dari berita gembira dari Nabi kepada kaum muslimin akan datangnya seorang laki-laki dari Ahlul Bait beliau.
Beliau menyebutkan sifat-sifat lelaki tersebut, yang diantaranya adalah; ia memutuskan perkara dengan Islam, dan menyebarkan keadilan diantara umat manusia. Dia (Imam Mahdi) dengan demikian sebenarnya adalah salah seorang mujaddid yang diutus oleh Alloh ta’ala pada penghujung setiap seratus tahun, seperti yang dijelaskan dalam hadits shahih. Sebagaimana hadits (tentang mujaddid) tersebut, tidak berarti (Umat Islam) boleh meninggalkan usaha menuntut ilmu dan berusaha memperbarui agama dengan ilmu. Demikian pula—dengan hadits-hadits tentang—keluarnya Al-Mahdi, tidak boleh mengandalkan diri kepada kehadirannya, tidak mengupayakan persiapan kekuatan dan mengupayakan tegaknya hukum Alloh di muka bumi.
Justru, yang benar adalah sebaliknya, karena usaha Al-Mahdi tidak akan lebih besar dari usaha Nabi kita Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam yang bekerja selama 23 tahun untuk menguatkan pilar-pilar bangunan Islam dan menegakkan Daulahnya. Apa yang akan dilakukan oleh Al-Mahdi jika ia keluar pada masa sekarang, sementara ia mendapati kaum muslimin tercerai-berai dalam banyak kelompok dan golongan, dan masyarakat tidak mengangkat para pemimpin dari golongan Ulama—kecuali hanya segelintir diantara mereka—. Sudah pasti, Al-Mahdi tidak akan mampu menegakkan Daulah Islam, kecuali setelah ia menyatukan kaum muslimin dalam satu barisan, di bawah Panji (bendera) yang satu. Tidak diragukan lagi, bahwa hal tersebut akan membutuhkan waktu yang panjang.
Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah akan lebih dulu muncul, baru kemudian akan disusul dengan kemunculan Imam Mahdi.
Dengan demikian, umat Islam akan segera melihat kemunculan Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah, sebagai tanda akan dimulainya masa-masa kejayaan Islam, termasuk masa berkuasanya Al Mahdi.
Bahkan Rosulullah SAW., mengabarkan Khilafah yang muncul lebih dahulu ini mempersiapkan beberapa hal penting untuk Al Mahdi.
Jalan Untuk Al Mahdi
Dari Abdullah bin al-Haris bin Jaz-uz Zabidi RA katanya, sabda Nabi SAW.,
“Akan keluar orang-orang dari Timur, lalu mereka mempersiapkan untuk Imam Mahdi, yakni tapak pemerintahannya.” (HR Ibnu Majah)
Hadits lain memperkuat hadits di atas, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al Hakim.
“Maka barangsiapa di antara kalian atau anak cucu kalian mendapati laki-laki tersebut, hendaklah ia mendatangi imam (pemimpin) ahlul baitku meski harus merangkak diatas salju. Karena sesungguhnya panji-panji tersebut adalah panji-panji petunjuk yang mereka serahkan kepada seorang laki-laki dari ahlul-baitku, namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Ia berkuasa di bumi dan memenuhi bumi dengan ketenteraman dan keadilan, setelah sebelumnya dipenuhi dengan kedurjanaan dan kezhaliman." (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Di dalam hadis tersebut ada kalimat “hendaklah ia mendatangi imam (pemimpin) ahlul baitku", ini menunjukkan bahwa sebelum pemerintahan Al Mahdi sudah ada imam (pemimpin) dalam sebuah pemerintahan Islam, yakni Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah, yang mana panji-panjinya (simbol-simbol pemerintahannya) kelak akan di serahkan kepada Al Mahdi.
Terkait hadits Rosulullah yang membahas fase-fase umat Islam, Rasululloh tidak menyebutkan secara eksplisit (jelas) bahwa Khilafah yang wujud di akhir zaman itu langsung dipimpin oleh Imam Mahdi.
Sehingga, sangat mungkin kiranya pada Kekhilafahan yang berdiri di akhir zaman (sebelum diutusnya Imam Mahdi), ia tidak serta-merta sang Khalifah pertamanya adalah Imam Mahdi, sebagaimana anggapan keliru yang diyakini oleh kebanyakan orang. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Imam Ibnu Katsir.
Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah pernah menyebutkan, “Al-Mahdi adalah Muhammad bin Abdulloh Al-‘Alawi Al-Fatimi Al-Hasani. Alloh akan mengishlahnya dalam satu malam. Maksudnya, Alloh menerima taubatnya, memberinya taufik, memberinya petunjuk, setelah sebelumnya tidak demikian. Kemudian Alloh menopangnya dari penduduk Masyrik (timur) yang mereka akan menolongnya dan mengokohkan pemerintahannya (Sulthan) dan mengokohkan pilar-pilarnya dan dijadikan pula Panji Hitam sebagai Ar-Rayah-nya. Sebagai arti dari sebuah kewibawaan. Karena Ar-Rayah yang dimiliki Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam adalah Panji Hitam, yang disebut dengan Al-‘Uqab”
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Bani sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Katsir. Beliau berkata, “Ketahuilah wahai saudaraku sesama muslim, sesungguhnya banyak kaum muslimin yang pada hari ini telah menyimpang dari kebenaran dalam masalah ini. Diantara mereka ada yang memiliki keyakinan bahwa Daulah Islam tidak akan tegak kecuali dengan keluarnya Al-Mahdi. Pendapat ini adalah sebuah khurafat dan kesesatan yang dicampakkan oleh syetan ke dalam hati banyak masyarakat awam. Terutama lagi orang-orang sufi diantara mereka. Tidak ada satu dasarpun hadits-hadits tentang Al-Mahdi yang menyiratkan hal itu. Bahkan, hadits-hadits tentang Al-Mahdi tidak lebih dari berita gembira dari Nabi kepada kaum muslimin akan datangnya seorang laki-laki dari Ahlul Bait beliau.
Beliau menyebutkan sifat-sifat lelaki tersebut, yang diantaranya adalah; ia memutuskan perkara dengan Islam, dan menyebarkan keadilan diantara umat manusia. Dia (Imam Mahdi) dengan demikian sebenarnya adalah salah seorang mujaddid yang diutus oleh Alloh ta’ala pada penghujung setiap seratus tahun, seperti yang dijelaskan dalam hadits shahih. Sebagaimana hadits (tentang mujaddid) tersebut, tidak berarti (Umat Islam) boleh meninggalkan usaha menuntut ilmu dan berusaha memperbarui agama dengan ilmu. Demikian pula—dengan hadits-hadits tentang—keluarnya Al-Mahdi, tidak boleh mengandalkan diri kepada kehadirannya, tidak mengupayakan persiapan kekuatan dan mengupayakan tegaknya hukum Alloh di muka bumi.
Justru, yang benar adalah sebaliknya, karena usaha Al-Mahdi tidak akan lebih besar dari usaha Nabi kita Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam yang bekerja selama 23 tahun untuk menguatkan pilar-pilar bangunan Islam dan menegakkan Daulahnya. Apa yang akan dilakukan oleh Al-Mahdi jika ia keluar pada masa sekarang, sementara ia mendapati kaum muslimin tercerai-berai dalam banyak kelompok dan golongan, dan masyarakat tidak mengangkat para pemimpin dari golongan Ulama—kecuali hanya segelintir diantara mereka—. Sudah pasti, Al-Mahdi tidak akan mampu menegakkan Daulah Islam, kecuali setelah ia menyatukan kaum muslimin dalam satu barisan, di bawah Panji (bendera) yang satu. Tidak diragukan lagi, bahwa hal tersebut akan membutuhkan waktu yang panjang.
Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa Khilafah alaa Minhajin Nubuwwah akan lebih dulu muncul, baru kemudian akan disusul dengan kemunculan Imam Mahdi.
Wallahu’alam bis showab!
Berlanjut Disini
Akhir Zaman Muslimin Akan Berdamai Dengan Bangsa Rumawi
Senin, 04 Juli 2016
Bom Syahid dalam Pandangan Imam Al-Ghazali Sampai Syaikh Al-Albani
Akhir zaman Al mahdi Rasulullah SAW Sejarah IslamUmat Islam sering menyaksikan para mujahid di Palestina, Afghanistan, Suriah, dan bumi-bumi jihad lainnya melakukan aksi meledakkan bom yang dibawa oleh dirinya sendiri. Operasi seperti ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan bom syahid.
Hal tersebut merupakan salah satu praktik jihad kontemporer yang masih sering diperdebatkan oleh umat Islam. Belum diketahui secara pasti siapa yang pertama kali mempopulerkan aksi seperti ini di era jihad modern. Dalam konteks non-Islam, operasi yang mirip bom syahid sudah ada pada akhir Perang Dunia II saat pasukan Jepang memiliki armada khusus yang disebut dengan Kamikaze. Mereka adalah sekelompok pasukan yang terdiri dari para pilot yang menabrakkan pesawatnya ke target-target musuh.
Namun tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa umat Islam terinspirasi dari sejarah Kamikaze. Mereka memiliki motivasi khusus yang kembali kepada keyakinan Islam, seperti yang akan dijelaskan selanjutnya, insya Allah.
Bom syahid mulai kembali populer saat mujahid-mujahid Palestina menggunakan cara ini untuk memberikan serangan balasan kepada orang-orang Yahudi. Akhirnya menjadi tren di kalangan para mujahidin di berbagai belahan dunia, bahkan serangan yang tepat ke jantung Amerika WTC dan Pentagon menggunakan metode serangan seperti ini.
Pro kontra tentang operasi bom syahid mulai bermunculan. Syaikh Abu Malik Kamal bin Salim dalam kitab Kasyful Akinnah, kelengkapan dari kitab Shahih Fiqh Sunnah yang sangat fenomenal juga melakukan kajian hukum serangan seperti ini.
Setidaknya, pada bom syahid ini ada poin yang beririsan dengan apa yang pernah dilakukan oleh beberapa orang sahabat di masa lalu. Yaitu, seorang mujahid menceburkan dirinya ke dalam barisan musuh demi memberikan keuntungan bagi barisan kaum muslimin dengan risiko terbunuh.
Untuk poin tersebut salah satu mujtahid mazhab Syafi’i, yaitu Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali, dalam kitab beliau yang cukup masyhur “Ihya’ Ulumuddin” menyatakan bahwa poin di atas adalah sesuatu yang diperbolehkan. Al-Ghazali berkata, “Tidak ada perbedaan pendapat akan bolehnya seorang muslim sendirian menceburkan dirinya ke dalam barisan orang-orang kafir walaupun dia tahu dia akan terbunuh.”
Akan tetapi beliau mensyaratkan bahwa aksi menceburkan diri ke barisan musuh harus memberikan kerugian kepada musuh dan keberuntungan di pihak kaum muslimin. Hal ini jelas dalam perkataan beliau,
“Akan tetapi kalau dia tahu dengan menceburkan diri ke barisan musuh tidak memberikan kerugian yang berarti bagi musuh, maka sama saja hukumnya dengan orang buta yang masuk ke dalam kancah peperangan, hal ini jelas haramnya.” (Ihya’ Ulumuddin 2/319)
Apa yang disampaikan oleh Imam Ghazali ternyata juga diamini oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia mengatakan, “Seorang prajurit yang berperang sendirian, atau dia bersama kelompok kecil melawan pasukan musuh, dan perlawanan mereka bisa memberikan kerugian kepada musuh dengan asumsi mereka akan terbunuh, maka hal ini diperbolehkan menurut para ulama empat mazhab dan yang lainnya, dan tidak ada yang menyelisih pendapat mereka melainkan hanya pendapat yang nyleneh.
Hal ini pernah terjadi pada perang Uhud. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa pada perang Uhud Rasulullah dijaga oleh tujuh sahabat dari Anshar dan dua sahabat dari Qurasy. Saat musuh membuat mereka terdesak, Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa mau menghadang mereka (barisan musuh yang hendak membunuh nabi), maka baginya surga.” Kemudian salah seorang Anshar melawan hingga terbunuh.
Musuh terus mendesak Nabi. Nabi saw kembali bersabda, “Siapa yang mau menghadang mereka, maka baginya surga.” Kemudian seorang dari Anshar memberikan perlawanan, hingga terbunuh. Keadaan terus seperti itu hingga tujuh dari mereka terbunuh satu persatu. Kemudian Rasul saw berkata kepada dua orang yang tersisa, “Kita tidak adil kepada sahabat-sahabat Anshar.” (HR. Muslim, no : 1789 ).
Rabu, 18 Mei 2016
Al- Mahdi film trailer 2016 [VIDEO]
Akhir zaman Al mahdi Panutan Rasulullah SAW Sejarah Islam Syair TauhidTerinspirasi kejadian yang saat ini terjadi di negeri Syam, negeri yang diberkahi, dan para malaikat pun membentangkan sayap-sayapnya disini.
sumber
Kamis, 21 April 2016
Waspadai 10 Pintu Masuk Setan Kedalam Diri Manusia
Akhir zaman azab haram Sejarah IslamManusia sering lupa bahwa ia punya musuh besar nan abadi dalam kehidupannya, dialah Syaithan atau Setan. Setan bercita-cita akan menggelincirkan seluruh umat manusia pada Neraka Sair atau Saqar.
Lalu, apa dan bagaimana Neraka Saqar itu??
Allah berfirman, “Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (QS. Al-Muddatstsir 74 : 27-30)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang ayat diatas; Menurut Ibnu Buraidah, Saqqar adalah tempat yang sangat mengerikan dan menakutkan, yang memakan daging mereka. Abu Razin mengatakan bahwa api neraka saqar itu menjilat kulit dengan sekali jilatan, sehingga menghanguskan kulit menjadi hitam kelam. Sedangkan mereka tetap menjalani siksaan itu, dan tidaklah mereka mati dan juga tidak hidup. Dan Neraka Saqqar dijaga oleh 19 Malaikat penjaga, menurut Ibnu Abbas, penjaga neraka saqqar dari barisan terdepan malaikat jabaniyah, bentuk tubuh mereka besar-besar dan penampilan mereka sangat kasar lagi bengis.
Maka Kita Harus Yakin Bahwa Setan Itu Sejatinya Adalah Manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (sair)”.
(QS. Fathir 35 : 6)
Menurut para ulama ahlu sunnah wal jama’ah, syaithan akan menguasai tubuh dan badan manusia melalui 10 pintu yang sudah direncanakan. Maka hendaknya kita mewaspadai dan mengetahuinya, lalu menutup celah tersebut dan menjauhinya. Pintu masuk itu adalah:
PINTU 1 – Melalui sifat sombong dan angkuh. Dua sifat ini amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpuncak daripada ke-egoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan bergelimangnya harta.
PINTU 2 – Melalui sifat bakhil dan pelit. Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah karunia Allah yang seharusnya di belanjakan ke jalan yang haq (benar). Ia boleh digunakan untuk membantu orang yang memerlukan melalui kewajiban berzakat atau bersedekah.
PINTU 3 – Melalui sifat takabur dan congkak. Sifat ini selalunya bertapak dalam diri manusia yang merasa dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka lupa bahwa kesenangan dan kenikmatan yang dikaruniakan itu bisa diambil Allah kapan saja. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang yang takabur”. (QS. An-Nahl 16 : 23)
PINTU 4 – Sifat khianat. Khianat dimaksudkan bukan saja melalui perbuatan merusakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi segala bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.
PINTU 5 – Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat. Rasulullah SAW selalu menasihati para sahabatnya agar menjauhkan diri masing-masing untuk menjadi golongan keempat dari kalangan manusia yang dibenci oleh Allah, yaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.
PINTU 6 – Melalui sifat hasad. Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam berkepanjangan. Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah kamu daripada sifat hasad karena ia akan memakan amalan kamu seperti api memakan kayu kering”. (HR. Bukhari dan Muslim)
PINTU 7 – Melalui sifat suka meremehkan orang lain. Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki.
Abu Umamah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik ialah orang tua Muslim, orang berilmu dan imam yang adil”. (HR. Muslim)
PINTU 8 – Melalui sifat ujub atau bangga diri. Menurut Imam Ahmad rahimahullah, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kamu bersenang-senang dalam kemewahan karena sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang saja”. (HR. Abu Naim dari Muaz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu)
PINTU 9 – Melalui sifat suka berangan-angan. Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat “tulang” untuk berusaha mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian tinggi, tetapi amat malas berusaha memperolehnya.
PINTU 10 – Melalui sifat buruk sangka. Seseorang suka menuduh orang lain melakukan kejahatan tanpa menyelidikinya terlebih dulu amatlah dicela oleh Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang banyak bahwa mereka sudah rusak. Sesungguhnya orang yang berkata itu sebenarnya sudah rusak dirinya”. (HR. Muslim).
Wallahu a’lam..
Oleh: Ustadz Ade Hidayat
Rabu, 20 April 2016
Nubuat Nabi Muhammad SAW Tentang Kehadiran AL-Mahdi dan Nabi Isa AS
Akhir zaman Al mahdi Rasulullah SAW Sejarah Islam TauhidBerdasarkan nubuat Rasulullah bahwa jarak antara lahirnya khilafah sampai dengan muncul al-Mahdi itu berkisar selama 6 tahun. Jika khilafah akhir zaman telah muncul pada tahun 2014 M maka al-Mahdi akan di baiat di sisi Ka'bah pada tahun 2019M sebagai mana hadist,
Al Walid bin Muslim telah meriwayatkan kepada kami dari Abi Abdillah dari Abdil Karim Abi Umayyah dari Muhammad Ibnil Hanafiah katanya:
Akan keluar panji-panji hitam Bani Abbas kemudian akan keluar dari Khurasan satu lagi panji-panji hitam, kopiah mereka berwarna hitam dan pakaian mereka berwarna putih, mereka diketuai oleh seorang lelaki yang digelar Syuaib bin Soleh bin Syuaib dari keturunan Bani Tamim. Mereka ini akan mengalahkan puak Sufyani sehingga tiba di Baitul Maqdis, dia akan menyerahkan pemerintahannya kepada Imamul Mahdi dan menyerahkan kepadanya 300 orang dari Syam. Tempoh diantara keluarnya dan dia menyerahkan pemerintahan kepada Imam Mahdi 72 bulan (Jalaluddin Suyuti, Al Arful Wardi Fi Akhbar il Mahdi")
Di dalam nubuat yang lain Rasulullah menjelaskan bahwa al-Mahdi akan berkuasa selama tujuh tahun sebagaimana hadist,
“Akan terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah, saat itu keluarlah seorang penduduk Madinah ( yaitu Imam Mahdi) lari ke Makkah, lalu ia didatangi oleh penduduk Makkah, mereka mengeluarkannya dari persembunyiannya sedangkan ia tidak suka, lalu mereka membai’atnya diantara Rukun dan Maqam Ibrahim. Diutuslah pasukan dari Syam untuk mengejarnya dan pasukan tersebut ditelan bumi di Baida’ antara Makkah dan Madinah. Bila hal itu dilihat oleh orang-orang maka ia didatangi oleh ‘Abdal Syam dan beberapa kumpulan dari Iraq untuk berbai’at kepadanya. Kemudian muncul seorang pemuda dari Quraisy, paman dari sebelah ibunya dari kabilah Kalb yang akan membawa pasukan untuk menentang Imam Mahdi, tetapi pasukan al-Mahdi berhasil mengalahkan mereka. Kerugian bagi orang yang tidak menyaksikan harta rampasan perang kabilah Kalb. Imam Mahdi akan membagi-bagikan harta dan beramal mengikut Sunah Nabi mereka SAW di kalangan manusia. Ketika itu Islam tersebar dengan luas. Dia akan memerintah selama tujuh tahun kemudian wafat dan jenazahnya di shalatkan oleh Umat Islam.”
(HR. Abu Daud)
Dalam masa tujuh tahun tersebut al-Mahdi akan menaklukkan Jazirah Arab, Persia, Rum dan Kostantinopel, sebagaimana dalam hadist lain disebutkan sebagai perang terdahsyat berlangsung selama tujuh tahun, pada tahun ketujuh keluarlah Dajjal.
Sebagaimana hadist Dari Abdullah bin Bisyr bahwa Nabi saw. Bersabda,
“Jarak antara pertempuran yang dahsyat dan penaklukkan Konstantinopel tujuh tahun, lalu pada tahun ketujuh Dajjal keluar.”
(HR Ahmad dan Abu Daud)
Atau dalam hadist lain disebutkan
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Rasulullah bersabda:
“Al Malhamah Al Kubra, penaklukan Konstantinopel dan keluarnya Dajjal terjadi selama tujuh bulan.”
(HR Abu Dawud).
Al-malhamah kubra adalah peperangan yang terjadi dengan Rum, setelah Rum di taklukkan, maka ditaklukkanlah Konstantinopel kemudian keluarlah Dajjal, jaraknya adalah selama tujuh bulan. Jika Dajjal telah keluar maka maka itu tanda kiamat besar telah muncul. setelah keluar Dajjal kemudian turunlah nabi Isa as di Damaskus. Ini juga merupakan tanda kiamat besar. didalam hadist lain dijelaskan,
“Sesungguhnya tanda (Kiamat) yang pertama kali keluar adalah terbit-nya matahari dari arah barat, lalu keluarnya binatang (dari dalam bumi) kepada manusia pada waktu dhuha. Dan mana saja di antara keduanya yang terlebih dahulu keluar, maka yang lainnya terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat. “
(HR Muslim dan Ahmad)
Berdasarkan hadist di atas bahwa tanda kiamat yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari barat, kemudian keluarnya binatang melata, maka yang lainnya terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat yaitu munculnya Dajjal dan Nabi Isa as.
Maka berdasarkan huraian di atas jika jarak antara munculnya khilafah dengan dibaiatnya al-Mahdi adalah 6 tahun ditambah masa pemerintahan al-Mahdi selama 7 tahun maka jumlahnya adalah 13 tahun. Khilafah sudah berjalan hampir setahun lebih. Jika Dajjal keluar pada tahun ketujuh pemerintahan al-Mahdi maka matahari dari barat juga akan keluar sebelum keluarnya Dajjal pada tahun ketujuh akhir pemerintahan al-Mahdi yaitu pada masa penaklukkan Konstantinopel.
Jika matahari telah keluar dari barat maka terputuslah perintah hijrah, Rasulullah saw bersabda :
“Hijrah tidak terputus selama taubat masih diterima. Dan taubat akan senantiasa diterima hingga terbitnya matahari dari arah barat. Apabila telah terbit (dari arah barat), ditutuplah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya, dan cukuplah manusia amal (yang telah dilakukannya)”.
(HR. Ahmad)
Maka bergegaslah untuk hijrah apabila matahari telah keluar dari barat dan Dajjal telah keluar maka tertutuplah pintu taubat, cukuplah amal apa yang dilakukannya.
Dari Abu hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
“Bila tiga hal telah terjadi, maka iman seseorang tidak akan berguna lagi baginya, baik bagi orang yang belum pernah beriman sebelumnya maupun orang sebelumnya maupun orang yang telah melakukan kebajikan dalam keimanannya. Yaitu, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang melata.”
(HR. muslim)
HIDUP MULIA atau MATI SYAHID...
Baca juga ===> Kehadiran Imam Mahdi Telah Dekat
Rabu, 13 April 2016
Kisah Pengemis Serakah
Akhir zaman azab SedekahAlkisah ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir, betapa senangnya jika di tangannya ada uang 20 juta.
Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu. Ia melihat di sekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia mengendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah orang paling kaya di kota tersebut. Orang kaya ini sangat panik, karena anjing tersebut sangat disayanginya.
Lalu orang kaya ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tersebut, bahwa "Siapa yang menemukan anjingnya akan diberi hadiah 20 juta."
Keesokan harinya ketika pengemis ini keluar untuk mengemis, melihat pengumuman tersebut, si pengemis tergesa-gesa pulang ke rumahnya untuk menukar anjing tersebut dengan uang.
Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi 30 juta, karena orang kaya ini belum dapat menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah dipikir-pikir akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya.
Hari ke 3,
benar saja hadiahnya bertambah lagi...
Hari ke 4,
hadiah bertambah lagi....
Hari yang ke 7,
hadiahnya sudah sangat menggagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis tersebut lari pulang ke gubuknya, untuk mengambil anjing itu, tapi di luar dugaan anjing kecil itu sudah mati kelaparan.
Pengemis itu tetaplah jadi pengemis.
Sebenarnya di dalam kehidupan, banyak kesempatan bagus, bukan karena kita tidak berjodoh mendapatkannya, tetapi harapan kita yang terlampau tinggi.
Ketika kita sudah hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan mengubah arah mendekati target yang lebih tinggi lagi.
Kesempatan Terbaik Adalah Yang Hadir Saat Ini Di Depan Mata, Jangan Terus Menunggu Yang Tidak Akan Datang.
Minggu, 27 Maret 2016
Kehadiran Imam Mahdi Telah Dekat?
Akhir zaman Al mahdi Rasulullah SAW Sejarah IslamSabda Nabi SAW, "Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun." (Ibnu Majah)
Khususnya di kalangan umat Muslimin, mungkin tak asing dengan istilah ‘Panji Hitam’. Tapi mungkin ada juga yang ketika mendengarnya, sambil kemudian menyadari ternyata akhir-akhir ini makin banyak bendera hitam yang dikibarkan sekitar mereka. Saya kasih salah satu contoh yang paling fenomenal, yang paling tabu, ditakuti dan yang sering di propaganda yaitu konflik di Suriah dan Iraq. Apakah peperangan tersebut ada hubungannya dengan nubuat tentang pasukan 'Panji Hitam' yang dijanjikan dalam hadits nabi?
Wallahu a’lam “Dan Allah Maha tahu”...
Misinya cuma satu saja yaitu menyatukan umat Islam seluruh dunia yang akan menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.
Waktu Kemunculan Al-Mahdi
Sesungguhnya kita pada saat ini sedang menunggu kedatangan Al-Mahdi dan menyiagai kemunculannya yang akan terjadi setelah perang masyhur yang menentukan, yaitu Perang Armageddon. Berikut ini akan diketengahkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan waktu kemunculan Al-Mahdi.
- Hadits Pertama
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
- Hadits Kedua
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota A’maq dan di Dabiq (dekat Damaskus). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
- Hadits Ketiga
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan makam Ibrahim.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani)
- Hadits Keempat
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Memperhatikan keempat hadits tersebut, bahwa pihak-pihak yang akan ikut dalam peperangan adalah pihak kaum Muslimin bersekutu dengan Rum (Eropa) menghadapi blok lain.
Kapankah Tepatnya Peperangan Ini?
Jawabannya, hanya Allah yang tahu. Kebanyakan dari ahli kitab mengatakan bahwa peperangan ini mesti terjadi tahun 2000 -an. Karena mereka sedang menunggu-nunggu “juru selamat” (Al-Masih) yang akan datang atau turun menyelamatkan mereka.
Kaum Yahudi mengatakan bahwa mereka sekarang sedang menunggu-nunggu “sang penyelamat” bernama “Messiah” yang akan memimpin mereka dalam menguasai dunia.
Kaum Muslim mengimani sebagaimana juga diimani oleh kaum Nasrani bahwa Al-Masih putra Maryam akan turun dari langit. Namun ia akan turun bukan sebagai Tuhan, sebagaimana diduga oleh kaum Nasrani. Akan tetapi ia akan turun sebagai Rasul yang akan menghancurkan tanda salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah. Ia turun dan akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, menjadi saksi dalam menyatukan umat Muslim dan Nasrani.
Apa Yang Dikatakan Orang Muslim Tentang Perang Ini?
Kita mengatakan bahwa peperangan itu sudah dekat. Akan tetapi Rasul kita tidak pernah memberi batasan waktu terjadinya peperangan tersebut. Hanya saja beliau secara garis besar telah menerangkan tanda-tanda dan isyaratnya, dan hebatnya tanda dan isyarat tersebut telah muncul dan terbukti.
Setelah terjadi perang tersebut, yang oleh ahli kitab disebut Perang Armageddon, maka akan terjadi masa pengkhianatan Rum setelah sebelumnya bersekutu dengan Muslim dalam Perang Armageddon. Pada awal pengkhianatan inilah Imam Mahdi akan datang, yang mana Rum akan mengumpulkan pasukan mereka yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Mereka akan mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kamu dalam waktu sembilan bulan, seperti masa hamil seorang wanita.” (HR. Ahmad)
Disamping itu waktu kedatangan Imam Mahdi juga ditandai dengan adanya perselisihan kekuasaan manakala seorang khalifah meninggal dunia. Apabila dilihat kenyataan saat ini, maka kita tidak akan menemukan seorang yang bergelar khalifah di dunia ini, kecuali di semenanjung Arabia (Saudi Arabia), yang mana kekuasaan mereka boleh disebut dengan “kekhalifahan”.
Sabda Nabi SAW, "Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah (Imam Mahdi) yang mendapat petunjuk."(HR. Ibnu Majah, Abu Nuaim dan Al-Hakim)
‘Panji Hitam’ atau dalam istilah Arabnya Ar-raayat as-suud.
Langganan:
Postingan (Atom)












