Tampilkan postingan dengan label Karomah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karomah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

Aksi Istisyhadiyah Disambut Cahaya Bidadari [VIDEO]


Negeri islam Suriah adalah negeri yang diberkati oleh Alloh, malaikat Alloh membentangkan sayap disana. Banyak bidadari yang cantik jelita mengantri menunggu para pejuang syuhada.

Taqobbalallah ya Syuhada! Allahu Akbar!!!
Video amatir ini terekam ketika terjadi aksi Amaliyah Istisyhadi, sebelum beliau berjibaku cahaya dari langit menghampirinya dan lantas ledakan pun terjadi dengan selubung putih menaungi beliau.

Ya Allah... hanya kepada mu kami kembalikan kejadian ini, benarlah apa yang Engkau Firmankan tiada keraguan di hati kami.


Video aksi istisyhadiyah yang disambut cahaya bidadari tertangkap kamera


sumber Telegram Aparat TV


Jumat, 27 Mei 2016

Kebenaran Surat Ar-Rahman 19-20 [VIDEO]


Kelak semua penghuni surga adalah orang-orang yang berakal dan mempertahankan dien-Nya. Apakah anda adalah salah satu kaum orang yang berakal? Semoga hidayah menyertaimu...
Kebenaran Surat Ar-Rahman [55] 19-20:
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

Video bukti dalam Surat Ar-Rahman yang disebutkan diatas ada pada tautan dibawah ini.



Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.




Senin, 29 Juni 2015

Kitab Injil Asli Nabi Isa Tidak Disalib


“Penemuan paling besar ya Injil tersebut, yang ditaksir bernilai 28 juta dolar AS,”Bahkan, para ahli menegaskan bahwa Injil tersebut asli. Injil itu ditulis dengan tinta emas dalam bahasa Aramaic—bahasa yang digunakan Yesus.

Perdebatan panjang tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, atau dalam pandangan Kristen disebut “Yesus Sang Juru Selamat”, tak pernah lekang ditelan bergulirnya zaman. Perdebatan itu bahkan tampaknya akan kembali menguat seiring berita ditemukannya kitab Injil berusia lebih dari 1.500 tahun.

Dalam kitab Injil versi Barnabas yang ditemukan itu terdapat pernyataan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam atau Yesus, tidak pernah disalib. Yang disalib adalah sahabat Nabi Isa yang berkhianat, yakni Yudas Iskariot, atau dalam ajaran Islam disebut sebagai “orang yang diserupakan dengan Nabi Isa ‘alaihissalam”, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 157.


Injil-berusia-1.500-Tahun.

Injil Barnabas dikenal sebagai Injil di luar Injil-injil kanonik yang direstui dan diresmikan Vatikan, yakni Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Injil-injil yang direstui Vatikan ini berbeda dengan Injil Barnabas.

Sejalan dengan sejarah yang dicatat Islam, Injil tua itu menyatakan bahwa Yesus langsung diangkat ke surga, sementara Yudas dengan iradah Allah disamarkan sehingga menyerupai Yesus dan disalibkan dalam prosesi sebagaimana yang diyakini selama ini.

Jika ditelusuri lebih dalam, Injil Barnabas dinyatakan bahwa Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas, dia akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah akan membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa.

”Tetapi Muhammad akan datang… Rasul Allah yang suci,” kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Jika dikaitkan antara isi Injil Barnabas dengan berita yang menyebutkan bahwa yang disalib adalah Yudas, maka berarti ini yang disalib adalah sahabat Nabi Isa ‘alaihissalam yang telah berkhianat.


Pada 28 Februari 2012 lalu telah diberitakan bahwa telah ditemukan di Turki sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki pada saat itu, Ertugul Gunay, mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia, bukan “Tuhan”. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.


Rabu, 20 Februari 2013

Kitab Injil asli ditemukan di Turki


================
Maha Suci Allah
================


Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Belum lama ini, pemerintah Turki mengumumkan tentang penemuan Kitab Injil Asli Barnabas, salah satu murid pertama Yesus (Isa Almasih).
Hal yang tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk kubu Vatikan itu sendiri.
Sebagaimana diberitakan oleh DailyMail, basijpress dan NationalTurk, bahwa Injil Barnabas asli tersebut ditemukan pada tahun 2000 lalu di Turki, namun ditutupi oleh pemerintah Turki selama lebih dari 12 tahun, dan baru sekarang di beberkan ke publik. Lembaran-lembaran kulit hewan itu ditulis dengan huruf Syriac dengan dialek bahasa Aram, bahasa yang sama seperti bahasa yang umum dipakai pada masa Yesus Isa Almasih.

Pemerintah Turki menyakini bahwa kitab kulit hewan tersebut adalah Injil Barnabas orisinal.Hal yang menarik dari Kitab Injil Barnabas Asli asal Turki tersebut menyatakan bahwa YESUS TIDAK PERNAH DI SALIB, dan terdapatnya ayat-ayat yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar serta pengakuan tentang kehadiran Nabi Akhir Jaman, Muhammmad SAW.

Pengakuan itu terdapat pada bab 41 dari Kitab Barnabas yang ditemukan di Turki tersebut. Berikut ini terjemahannya : 
"Allah telah menyembunyikan diriNya sebagai Malaikat Agung Michael berlari mereka (Adam dan Hawa) dari surga, (dan) ketika Adam berbalik, ia melihat bahwa di atas pintu gerbang ke surga tertulis "La Ela ELA Allah, Mohamad Rasul Allah". 

Kitab yang masih menjadi perdebatan tersebut disebutkan kini disimpan di Justice Palace, Ankara, Turki dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap dan keamanan maksimum.

Pihak Iran lewat Basij Press menyatakan bahwa apa yang tertulis di kitab Barnabas asli tersebut adalah bukti tentang kebenaran Islam, yang walau begitu ditanggapi oleh sinis dari berbagai pihak.

Bahkan pihak Kristen lewat berbagai jamaatnya menyatakan bahwa Kitab Barnabas tersebut diragukan keotentikannya. Namun walau begitu pihak Vatikan lebih arif dengan menyatakan telah mengajukan permohonan resmi ke pemerintah Turki untuk membaca dan menganalisa keaslian kitab kontroversial itu.

Para agamawan menyatakan bahwa jika Alkitab Barnabas tersebut terbukti asli, maka akan mengakibatkan rusaknya kredibilitas Gereja, dan akan menimbulkan revolusi agama Nasrani besar-besaran di seluruh Dunia. Tentu saja penemuan ini cukup menarik, sama menariknya dengan penemuan dan fakta sejarah bahwa Benua Amerika pertama kali di temukan oleh para pelaut tangguh Islam ^_^

Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...


#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ..


======================================================================
Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...
Silahkan DICOPAS atau DI BAGI jika menurut sahabat catatan ini bermanfaat ....
======================================================================

Kamis, 22 Maret 2012

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki


Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.

Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki :

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”.
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”.
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”.
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”.
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”.

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”.
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”.
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”.
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”.
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Ketika Laki-Laki Memilih
Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:

Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:
Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah."

Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.

Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.

Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:
Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!"

Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.

Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:
Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…

Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:

Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!."

Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:
Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.

Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.

Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:
Dan bergaulah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19.

Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam.

(Ulis Tofa, Lc, dakwatuna.com)

Jumat, 24 Februari 2012

Fauzi Baadila for Indonesia Tanpa JIL !



Meski mengakui dirinya masih 'begajulan', Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang.

Fauzi Baadila berani bersuara, KAMU ??

VIDEO KLIK and PLAY


JIL (Jaringan Islam Liberal)
===========================================

Menangkal Bahaya JIL

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”
(At-Taubah:32)

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamien.

Shalawat dan salam semoga tetap Allah curahkan atas Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, tabi’in, tabi’it tabi’in dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.

Amma ba’du. Tulisan ini sebagai bantahan terhadap lontaran-lontaran aneh yang menyesatkan dari orang-orang firqah liberal (JIL; Jaringan Islam Liberal, Paramadina -yayasan bentukan Nurcholish Madjid cs kini dipimpin Azzumardi Azra rektor UIN/ Universitas Islam Negeri Jakarta, sebagian orang NU -Nahdlatul Ulama, sebagian orang Muhammadiyah, sebagian orang IAIN -Institut Agama Islam Negeri, dan lain-lain. Juga bantahan terhadap isi buku “Fikih Lintas Agama” yang ditulis oleh tim sembilan penulis Paramadina di Jakarta bekerjasama dengan yayasan orang kafir, The Asia Foundation yang berpusat di Amerika.

Tim penulis paramadina sembilan orang itu adalah; Nurcholish Madjid, Kautsar Azhari Noer, Komarudin Hidayat, Masdar F. Mas’udi, Zainun Kamal, Zuhairi Misrawi, Budhy Munawar-Rahman, Ahmad Gaus AF dan Mun’im A. Sirry. Mereka menulis buku yang judul lengkapnya; “Fikih Lintas Agama Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis”. Cetakan: I, September 2003.

Mereka itu secara terang-terangan mengusung keyakinan inklusif pluralis alias menyamakan semua agama, dan secara blak-blakan memang mereka sengaja membuka jati diri mereka bahwa meskipun mengaku Islam namun juga mengakui bahwa aqidah mereka berbeda.

Kalau mereka meyakini aqidah yang berbeda itu tanpa menyelewengkan pengertian ayat-ayat Al-Qur’an, As-Sunnah (Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam), menghujat ulama, memelintir perkataan ulama, meninggikan tokoh-tokoh non Islam bahkan anti agama, dan menggiring umat ke filsafat yang tak punya landasan itu serta hanya untuk mereka ‘nikmati’ sendiri bukan dipropagandakan; maka urusannya masih sebatas urusan mereka.

Urusan orang-orang tertentu dan terbatas yang lokasi kumpulnya di sekitar Ciputat, Pondok Indah, dan Utan Kayu Jakarta. Namun “aqidah yang berbeda” itu mereka pasarkan dengan cara-cara menyelewengkan pengertian ayat-ayat Al-Qur’an, As-Sunnah, menghujat ulama, memelintir perkataan ulama, meninggikan kedudukan dan suara serta tingkah tokoh-tokoh kafir bahkan sangat anti agama, mengekspose penyelewengan sebagian tokoh dijadikan sample/ contoh untuk dicarikan jalan keluarnya berupa penghalalannya, dan menggiring umat Islam untuk tidak meyakini Islam secara semestinya.

“Aqidah yang berbeda” itu memerlukan “Fikih yang berbeda” pula. Mereka sendiri yang menyatakan itu, bahwa yang aqidahnya eksklusif maka Fikihnya eksklusif pula, sedang mereka (kaum liberal) yang aqidahnya inklusif pluralis alias menyamakan semua agama, maka memerlukan Fikih pluraris pula. Mereka buatlah ramai-ramai (9 orang) sebuah buku setebal 274 halaman dengan judul “Fikih Lintas Agama”.

Sesuai dengan sifatnya ‘yang berbeda’, maka Fikih Lintas Agama itu pun berbeda dengan fikih hasil ijtihad para ulama. Di antara perbedaannya bisa disimplifikasikan/ disederhanakan sebagai berikut:

1. Dibiayai oleh lembaga orang kafir dan duit lembaga pendana itu dari orang kafir.
2. Ditulis oleh orang-orang yang latar belakang keilmuannya bukan ilmu fikih, namun rata-rata menggeluti filsafat atau perbandingan agama, atau tasawuf, atau ilmu kalam (bukan ilmu Tauhid). Kalau toh tadinya belajar ilmu fikih di Fakultas Syari’ah seperti Masdar F Mas’udi (salah satu dari 9 orang tim Penulis FLA Paramadina) pada perjalanan terkininya bukan lagi menekuni studi jurusan Fikih tetapi filsafat.
3. Cara ber-istidlal (mengambil dalil untuk menyimpulkan hukum) tidak ada konsistensi, sehingga antagonistis, bertabrakan satu sama lain.
4.Tidak jujur.
5. Memperlakukan ayat-ayat Al-Qur’an semau mereka.
6. Pendapat yang sangat lemah pun dijadikan hujjah, lalu disimpulkan satu ketentuan, dan ketentuan yang berdasarkan pendapat sangat lemah itu kemudian untuk menghukumi secara keseluruhan. Akibatnya, hukum dibalik-balik, yang haram jadi halal.
7. Pembolak-balikan itu untuk mempropagandakan “aqidah dan Fikih yang berbeda” yaitu di antaranya:

Ulama diposisikan sebagai orang durjana

Orang kafir naik kedudukannya hingga suaranya bisa dijadikan hujjah untuk membantah ulama, bahkan bisa-bisa untuk membantah hadits bahkan naik lagi bisa untuk membantah ayat Al-Qur’an.

Orang kafir berhak nikah dengan Muslim dan Muslimat.

Orang kafir berhak mendapatkan waris dari orang Muslim.

Orang Muslim tidak boleh menegakkan syari’at Islam dalam kehidupan siyasah.

Orang Muslim dalam kehidupannya hanya boleh diatur pakai selain syari’at Islam.

Muslim dan kafir sama, namun jangan bawa-bawa agama untuk mengatur hidup ini. Ini artinya, aturan dari orang kafir harus dipakai, sedang aturan dari Allah tak boleh dipakai.

Itulah “aqidah yang berbeda” maka memerlukan “Fikih yang berbeda” pula. Dan itulah Fikih yang pembuatan dan penerbitannya dibiayai oleh orang kafir.

Propaganda kepentingan kafirin namun lewat jalur ilmu Islam praktis yakni Fikih inilah sebenarnya persoalan dalam pembicaraan ini. Namun kalau hanya dikemukakan bahwa itu upaya mengusung kepentingan orang kafir, lalu tidak disertai bukti-bukti hujjah yang nyata, maka persoalannya bisa mereka balikkan. Bahkan membalikkannya pun bisa pakai ayat atau hadits dengan disesuaikan dengan kepentingan mereka. Lalu khalayak ramai, kafirin plus sebagian umat Islam yang hatinya ada penyakitnya, bisa-bisa serta merta memberondongkan serangan yang menyakitkan, bukan sekadar kepada orang yang mengecam Paramadina namun bisa jadi terhadap Islam itu sendiri.


sumber :
http://assahab.wordpress.com/2009/05/09/fakta-fakta-kesesatan-jil-jaringan-islam-liberal

Jumat, 13 Januari 2012

Allah Tidak Mengubah Suatu Kaum Sampai Mereka Mengubah Dirinya Sendiri


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wassholatu wassalamu ‘ala nabiyina Muhammad, wa’ala alihi wa’ashobihi ajma’in.
Jika kita perhatikan, tidak sedikit orang sekarang yang mengatakan, mengapa Allah tidak memberikan petunjuk kepada semua manusia, padahal Allah mampu melakukannya.

Jika Allah memang memang maha kaya, kenapa tidak semua orang dijadikan kaya sehingga tidak ada kemiskinan, kebodohan dan berbagai persoalan lainnya di muka bumi ini. Dan masih banyak pertanyaan serupa yang intinya meragukan kekuasaan dan keadilan Allah.
Maka, pertanyaan ini sebenarnya sudah dijawab oleh banyak ulama.
Salah satunya adalah Syaikh bin Baz ketika beliau pernah ditanya, bagaimana tafsir ayat Allah yang berbunyi,
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri?
Maka syaikh menjawab, ayat ini adalah ayat yang jelas, yang menunjukkan keadilan Allah dimana Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum kecuali dengan syarat.
Syaratnya adalah bahwa mereka harus meniti jalan kebaikan untuk perubahan kearah yang lebih baik, dan jika yang mereka lalui jalan kejelekan, maka perubahan pun kearah yang semakin jelek.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mendholimi hamba-Nya,
وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ
Tidaklah Allah berlaku dholim kepada hamba-Nya
Allah akan membalas apapun yang dilakukan oleh manusia. Jika berbuat kebaikan ia akan mendapatkan kebaikan, jika berbuat kejelekan maka ia akan mendapatkan kejelekan pula.
Manusia saja yang terlalu sering lupa memaknai hidup ini. Mereka merasa diri paling berkuasa dan mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuan yang dimilikinya.
Mereka berdalih bahwa ketika menciptakan manusia, Tuhan telah memberikan kemampuan yang sama agar mereka mampu menemukan kebenaran. Tetapi hal ini kemudian dimaknai dengan berlepas dirinya mereka dari dalil-dalil Al-quran dan sunnah menuju dalil yang sekedar mengandalkan logika.


Bahkan tidak sedikit pula diantara manusia termakan dengan pemikiran para filsafat yang percaya bahwa eksistensi hanya bisa dirasakan dengan penglihatan dan rabaan. Karena Tuhan tidak bisa di lihat dan diraba maka hakikatnya Tuhan tidak ada sebagai refleksi dari perasaan takut saja. Na’udzubillah, kita berlindung kepada Allah dari pemikiran semacam ini.
Itulah manusia yang cenderung bersifat durhaka kepada Tuhannya. Meskipun punya potensi kebaikan dan keburukan, tetapi kebanyakan di antara mereka mengikuti jalan yang sesat dan menyesatkan orang lain.
Mereka adalah orang-orang yang terlalu bersuka cita ketika mendapatkan nikmat dan bersedih ketika nikmat tersebut diambil oleh Allah. Mereka lupa bahwa hakikat kehidupan ini sudah ditentukan semuanya oleh Allah.
Sungguh mereka adalah orang-orang yang lalai, tidak bersyukur dan berlebihan. Merekalah orang-orang yang akan mendapatkan siksa Allah sebagaimana firman-Nya,
وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Dan janganlah kamu mengira bahwa Allah lalai dengan apa yang mereka orang-orang dholim lakukan, sesungguhnya diakhirkan kepada mereka pada suatu hari ketika mereka tidak bisa melihat.
Sebaliknya mereka yang mendapat musibah, melakukan suatu kemaksiatan, kemudian mereka bertaubat kepada Allah dengan penuh harap (taubatnya diterima) dan dia istikomah di atas ketaatan, maka Allah akan merubah keadaan mereka dari berbagai penderitaan dan kemiskinan kepada kenikmatan dan keindahan hidup karena perbuatan baik mereka dan taubatnya kepada Allah.
Dari dari hal ini jelas,
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Hal itu karena Allah tidak akan mengubah nikmat yang diberikannya kepada suatu kaum sampai mereka mengubah dengan dirinya sendiri.


Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa jika kita berada dalam keadaan melakukan kebaikan, jauh dari kemaksiatan, bahkan berusaha untuk senantiasa berusaha untuk istiqomah dalam ketaatan, maka kita akan mendapatkan kebaikan yang tidak ada sesuatu yang lebih baik darinya yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berubah menjadi lebih baik dalam menjalani setiap detik kehidupan kita dengan semakin memperbanyak amalan sholeh dan terjauhkan dari semua yang dilarang Allah.

Selasa, 10 Januari 2012

KEMATIAN (Pulang ke rahmatulloh) ITU INDAH


Ada sebuah perbincangan yang menarik antara seorang ustadz dengan jamaah pengajiannya. Sang Ustadz bertanya kepada jamaahnya “Ibu-Ibu mau masuk surga?” Serempak ibu-ibu menjawab “mauuuu….” Sang ustadz kembali bertanya “Ibu-ibu ingin mati hari ini tidak?”. Tak ada satupun yang menjawab. Rupanya tidak ada satupun yang kepengen mati. Dengan tersenyum ustadz tersebut berkata “Lha gimana mau masuk surga kalo gak mati-mati”.
ustadz itu meneruskan pertanyaannya “Ibu-ibu mau saya doakan panjang umur?” Dengan semangat ibu-ibu menjawab “mauuu….” Pak Ustadz kembali bertanya “Berapa lama ibu-ibu mau hidup? Seratus tahun? Dua ratus atau bahkan seribu tahun? Orang yang berumur 80 tahun saja sudah kelihatan tergopoh-gopoh apalagi yang berumur ratusan tahun”.

Rupanya pertanyaan tadi tidak selesai sampai disitu. Sang ustadz masih terus bertanya “Ibu-ibu cinta dengan Allah tidak” Jawabannya bisa ditebak. Ibu-ibu serempak menjawab iya. Sang ustadz kemudian berkata “Biasanya kalo orang jatuh cinta, dia selalu rindu untuk berjumpa dengan kekasihnya, Apakah ibu-ibu sudah rindu ingin bertemu Allah?” .... Hening. Tidak ada yang menjawab.
Kebanyakan dari kita ngeri membicarakan tentang kematian (pulang ke rahmatulloh). Jangankan membicarakan, membayangkannya saja kita tidak berani. Jawabannya adalah karena kita tidak siap menghadapi peristiwa setelah kematian. Padahal, siap tidak siap kita pasti akan menjalaninya. Siap tidak siap kematian pasti akan datang menjemput. Daripada selalu berdalih tidak siap lebih baik mulai dari sekarang kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.


Persiapan terbaik adalah dengan selalu mengingat mati. Yakinkan pada diri kita bahwa kematian adalah pintu menuju Allah. Kematian adalah jalan menuju tempat yang indah, surga. Dengan selalu mengingat mati kita akan selalu berusaha agar setiap tindakan yang kita lakukan merupakan langkah-langkah menuju surga yang penuh kenikmatan.
Hakekat kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan kembali menuju Allah. Dalam perjalanan yang singkat ini ada yang kembali dengan selamat, namun ada yang tersesat di neraka. Kita terlalu disibukkan oleh dunia hingga merasa bahwa dunia inilah kehidupan yang sebenarnya. Kita seakan lupa bahwa hidup ini hanya sekedar mampir untuk mencari bekal pulang. Kemilaunya keindahan dunia membuat kita terlena untuk menapaki jalan pulang.
Rasulullah pernah berkata orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati. Dengan kata lain orang yang paling cerdas adalah orang yang mempunyai visi jauh ke depan. 


Dengan selalu mengingat visi atau tujuan hidupnya ia akan selalu bergairah melangkah ke depan. Visi seorang muslim tidak hanya dibatasi oleh kehidupan di dunia ini saja namun lebih dari itu, visinya jauh melintasi batas kehidupan di dunia. Visi seorang muslim adalah kembali dan berjumpa dengan Allah. Baginya saat-saat kematian adalah saat-saat yang indah karena sebentar lagi akan berjumpa dengan sang kekasih yang selama ini dirindukan.
Terkadang kita takut mati karena kematian akan memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai. Orang tua, saudara, suami/istri, anak. Ini menandakan kita lebih mencintai mereka ketimbang Allah. Jika kita benar-benar cinta kepada Allah maka kematian ibarat sebuah undangan mesra dari Allah.


Namun begitu kita tidak boleh meminta untuk mati. Mati sia-sia dan tanpa alasan yang jelas justru akan menjauhkan kita dari Allah. Mati bunuh diri adalah wujud keputusasaan atas kasih sayang Allah. Ingin segera mati karena kesulitan dunia menandakan kita ingin lari dari kenyataan hidup. Mati yang baik adalah mati dalam usaha menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Mati dalam usaha mewujudkan cita-cita terbesar yakni MENEGAKKAN KALIMATULLAH.


Akhirnya orang yang selamat adalah orang yang menyadari bahwa semua harta dan kekuasaan adalah sarana untuk bisa kembali kepada Allah. Jasadnya mungkin bersimbah keluh berkuah keringat, banting tulang menundukkan dunia namun hatinya tetap hanya terpaut pada sang kekasih Allah SWT. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa kerja keras, berfikir cerdas dan berhati ikhlas.


Duhai Pemilik dunia, ajarkan kami untuk menundukkan dunia, bukan kami yang tunduk kepada dunia. Bila kilauan dunia menyilaukan pandangan kami, bila taburan permata dunia mendebarkan hati kami, ingatkan kami ya Allah. Ingatkan bahwa keridhoan-Mu dan kasih sayang-Mu lebih besar dari pada sekedar dunia yang pasti akan kami tinggalkan. Amin.

Minggu, 08 Januari 2012

Islam menentang Rasisme


Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya, selanjutnya..


Bahwa rasisme sangat tertolak bagi setiap orang berakal di muka bumi ini; karena ia lahir atas dasar perpecahan antar umat manusia yang membedakan warna kulit, bangsa, ras, tsaqafah, bahasa atau kedudukan, dan itu semua dapat melahirkan dan menumbuhkan jiwa kebencian antara sesama manusia, dan mendorong pada meletupnya api perang dan permusuhan yang tiada henti di tengah umat dan bangsa, sebagaimana hal tersebut juga yang membuat penderitaan mayoritas manusia sepanjang sejarahnya. Karena itu, hingga saat ini hal tersebut masih dirasakan pengaruhnya, bekas-bekasnya dan buah pahitnya akibat rasisme.

Padahal seluruh agama dan syariat samawiyah telah menyeru untuk berada pada prinsip ukhuwah insaniyah, adanya persamaan antar sesama manusia, terutama Islam dan Al-Qur’an yang merupakan pedoman dakwah ini, dengan bentuk yang berbeda dengan sebelumnya, dan tidak pernah diterapakan persamaan ini dalam bentuk yang real sebagaimana yang telah diterapkan oleh Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman bersamanya.


Al-Qur’an telah menetapkan bahwa manusia berada dalam satu keluarga besar yang telah diciptakan oleh Allah SWT:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak”. (An-Nisa:1)


Islam juga menetapkan bahwa perbedaan bahasa dan warna serta keturunan merupakan salah satu fenomena kekuasaan Allah (sunnatullah) , bukan berdasarkan akan jauh atau dekat, lebih baik atau lebih istimewa, karena seluruhnya adalah sama dalam masalah hak, dan kewajiban mereka adalah saling mengenal, saling bekerja sama untuk mewujudkan kebahagiaan hidup

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal“. (Al-Hujurat:13)


Dan Islam menolak pengistimewaan individu diantara mereka, karena seluruhnya dihadapan syariat Allah adalah sama, tidak ada keistimewaan kecuali dengan ukuran yang dibawa dan dimiliki oleh hati mereka dalam bentuk kebaikan dan keimanan, dan apa yang dipersembahkan dari tangan-tangan mereka dalam bentuk pemberian dan kebaikan

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
” Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah yang paling bertaqwa” (Al-Hujurat:13)


Dan Nabi saw bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَلاَ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلاَ لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ، وَلاَ لأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى
“Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa Tuhan kalian adalah satu, bapak kalian adalah satu, ketahuilah, tidak kemuliaan untuk orang Arab atas Ajam, dan juga yang ajam atas orang Arab, tidak pula yang merah atas yang hitam, dan yang hitam atas yang merah kecuali taqwa”. (Ahmad)


Dan Islam memberikan sikap yang keras dihadapan sistem kekabilahan jahiliyah yang berada sistem rasisme keji, karena itu nabi saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبِّيَّةَ (أي كِبْر) الْجَاهِلِيَّةِ وَفَخْرَهَا بِالآبَاءِ، أَنْتُمْ بَنُو آدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ
“Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian sikap sombong jahiliyah dan bangga dengan nenek moyang, karena kalian adalah anak cucu Adam dan Adam dari tanah”. (Abu Daud)


Bahkan Islam juga menolak untuk hidup, berdakwah dan berjihad di bawah bendera kekabilahan dan fanatisme, karena itu nabi saw bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ دَعَا إِلَى عَصَبِيَّةٍ، وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ، وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ
“Bukanlah golongan kami orang yang berdakwah pada fanatisme, bukanlah golongan kami orang yang berperang pada fanatisme, dan bukanlah golongan kami orang yang meninggalkan pada fanatisme”. (Abu Daud)


Bahwa rumah tangga nabi saw merupakan contoh dan teladan yang menakjubkan akan hal tersebut, bahwa nabi saw telah menyatukan di bawah perlindungannya antara Quraisy dan bukan Quraisy, sebagaimana beliau menyatukan antara muslimah dan orang yang sebelumnya adalah Nasrani atau Yahudi, menyatukan antara yang miskin dan anak dari kepala suku, dalam rangka melakukan penerapan yang mengagumkan adanya persamaan dan penghapusan secara kongkret akan perpecahan dan rasisme.


Adapun masyarakat muslim juga merupakan contoh yang mengagumkan pada sisi kehidupan antar berbagai bangsa, agama dan suku; karena di dalamnya hidup seorang Bilal dari suku Habsyah bersama dengan Suhaib dari Romawi, bersama dengan Salman Al-Farisi dari Persia, bersama Abu Bakar dari suku Quraisy, dalam persaudaraan yang mengagumkan dan sangat jarang yang tidak akan terulang dalam sejarah, sampai Umar bin Khattab berkata:
أَبُو بَكْرٍ سَيِّدُنَا، وَأْعَتَق سَيِّدَنَا
“Abu Bakar adalah pemimpin kami dan pemerdeka pemimpin kami” maksudnya adalah Bilan Al-Habsyi” (Bukhari),
dan nabi saw juga bersabda tentang Salman Al-Farisi:
سَلْمَانُ مِنَّا آَلَ الْبَيْتِ
“Salman bagian dari kami Alul (keluarga) nabi”. (Thabrani)


Dan nabi saw juga pernah menulis perjanjian Madinah yang dianggap sebagai undang-undang pertama  untuk meletakkan dasar-dasar kehidupan yang baik antar berbagai kelompok di Madinah seperti umat Islam, musyrikin dan Yahudi.


Dan ketika syaitan dari jin dan manusia berusaha ingin menghidupkan rasisme, maka Rasulullah saw dengan segala kekuatannya menyeru pada saat seseorang yang berseloroh: Wahai kaum Anshar! Sementara yang lainnya berkata: “Wahai kaum Muhajirin! Maka nabi saw bersabda:
مَا بَالُ دَعْوَى جَاهِلِيَّةٍ؟!”، وقال: “دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ
“Kenapa gerangan muncul kembali seruan-seruan jahiliyah?! Lalu beliau bersabda: Tinggalkanlah hal tersebut karena sesungguhnya ia adalah kejahatan”. (Bukhari)


Dan ketika menyebar fitnah ini maka nabi saw tidak pernah terlambat untuk segera menyelesaikannya dan memeranginya, baik pada tingkat individu atau masyarakat, karena tidak boleh diremehkan adanya rasisme secara mutlak, karena nabi saw sangat menyadari bahwa rasisme adalah lingkungan yang tidak sesuai dengan keadilan dan persamaan, tidak sesuai dengan ketetapan dengan hak-hak, namun harus saling menghargai perbedaan dan keragaman, bahkan ia merupakan lingkungan pengacau, penjajah dan diskriminasi, mendorong akan kekerasan, reaksi keras, reaktif dan dendam.


Dan peradaban Islam tegak berdiri atas dasar ini, ia merupakan peradaban universal, terdapat di dalamnya berbagai bangsa dan negara, berbagai kelompok agama dan mazhab, berbagai bahasa dan ilmu, tanpa ada pengecualian atau diskriminasi atau pelecehan.


Dan dibawah naungan peradaban yang mulia ini tidak hanya terfokus pada manusia pada warnanya, atau bentuknya, keturunannya atau jenisnya, karena itu seluruh bidangnya terbuka pada berbagai potensi dan kemampuan untuk mendudukkan tingkatan yang sesuai padanya, dan sejarah Islam merupakan saksi nyata akan hal tersebut, karena itu banyak dari golongan warna kulit dan mawali (hamba yang dimerdekakan) mendapatkan posisi pemimpin di tengah masyarakat Islam, dan hal tersebut seperti yang diinginkan oleh Ikhwanul Muslimin untuk disadari dan dipahami oleh mereka yang mengklaim Islam memiliki banyak kekurangan, dan mereka yang menuduh Islam sebagai teroris dan ekstremis, maka apakah telah tiba saatnya para cendekiawan dunia ini memahami hakikat yang dimiliki oleh Islam?!


Peradaban modern yang rasis
Mungkin sangat cocok jika disebutkan bahwa peradaban Modern Barat –sekalipun dari berbagai hal yang telah dilakukan sebagai kemajuan materi- dibangun atas dasar-dasar rasisme, pemimpinnya adalah pemimpin yang diktator yang hanya menerapkan rasisme, dan berdiri dalam rangka mengucilkan bangsa-bangsa lain, terutama Afrika. Etnis cleansing (seperti yang terjadi pada suku Indian di Amerika), kemudian slogan dan propaganda mereka juga rasisme, seperti “jadilah pemimpin wahai warga Inggris dan putuskanlah”“Italia diatas segala-galanya” “Jerman diatas segala-galanya”… etc dari berbagai slogan dan propaganda yang memenuhi Eropa pada abad pertengahan 20, dan ditambah dengan adanya penjajahan Eropa dan perampasan kekayaan negara-negara Islam dan umat Islam mengalami nasib yang buruk dan keji darinya.


Dan bersamaan dengan meningkatnya tuntutan pada beberapa dekade terakhir untuk memerangi rasisme dan menghadapi kebencian dan diskriminasi; maka mayoritas tuntutan ini jauh dari realita, bahkan para pemimpin peradaban berusaha melakukan hal-hal yang baru dengan menerapkan tatanan dunia baru yang melegalkan rasisme dan tingkatan dengan berbagai bentuk dan cirinya, tidak menghormati hak dan harga diri manusia, memonopoli peradaban dan madani untuk dirinya sendiri, melegalkan perpecahan antara berbagai bangsa yang maju, sementara bangsa yang terbelakang tidak memiliki hak sedikitpun, bahkan tidak memiliki hak untuk mendapatkan nilai-nilai dan prinsip-prinsipnya, dan yang diinginkan adalah penerapan peradaban dan ilmu-ilmu barat, bahkan pemerintahan Barat banyak yang melakukan tata laksana (sesuai undang-undang mereka namun tidak sesuai dengan undang-undang yang lainnya!), menebarkan gambaran negatif pada Islam dan umat Islam, yang ditujukan langsung pada para pemimpin Arab dan dunia Islam, mempola dukungan yang kuat pada pertikaian akan kebencian dan permusuhan pada yang lainnya; sehingga membantu mereka dalam menyebarkan makna “Islam Phobia” yang bertolak belakang dengan bentuk umum akan penyebaran permusuhan pada umat Islam, dan menjadi bagian yang gamblang akan sikap negatif terhadap warga Arab dan Kaum muslimin.
Dan hal tersebut juga telah mendorong berbagai bangsa dalam berinteraksi dengan logika yang sama dan menyimpang ini, dan menjadikan politik dunia yang dilakukan dalam bentuk standar ganda, maka ketika Yahudi dimusuhi, seluruh  dunia  bangkit membelanya dan tidak ada yang diam, lalu menyebarkan senjata tuduhan pada kaum samiyah (non Yahdui)…etc, namun ketika umat Islam yang dimusuhi atau dibunuh maka Anda akan mendapati mereka diam seribu bahasa, dunia seluruhnya tidak ada yang berbicara dan ragu untuk mendukung, bahkan mereka melakukan komplotan rasisme yang keji, dan contoh kongkret adalah sikap dunia secara umum dan barat secara khusus akan adanya rasisme Yahudi di Palestina; rasisme tersebut yang dipropagandakan pada dirinya dengan begitu jelas, diiringi dengan sikap diam dan ditambah dengan adanya dukungan, motivasi dan sokongan dari berbagai media dan pihak internasional; sehingga semakin mempertegas akan kebohongan dan kedustaan seruan persamaan dan kemerdekaan Barat kecuali rasisme belaka.


Nestapa muslim Uighur di Turkistan Timur dan sikap dunia terhadapnya
Pada salah satu daerah di barat Cina terdapat mayat para syuhada umat Islam
Adanya penyebaran sikap rasisme yang zhalim ini, terdapat kejahatan dan kezhaliman lain yang besar terjadi terhadap warga muslim Uighur di bumi Turkistan Timur, oleh tangan kotor tentara Cina dari Ras Han yang menduduki negara Muslim, yang dibantu oleh kezhaliman penjajah Inggris pada tahun 1878, dan penjajah Rusia pada tahun 1949, kemudian mereka merubah namanya dengan Turkistan Timur, lalu Xin Jiang dengan bentuk penjajahan baru, dan mereka menyebutnya –hingga saat ini masih dinamakan- warga Muslim Uighur, dan terus mendapatkan siksaan yang keji, di hadapan telinga dunia (yang merasa merdeka!) dan penglihatannya, tanpa ada gerak dan reaksi sedikitpun dari lembaga-lembaga internasional atau negara-negara besar, (bahkan tanpa ada gerakan dan reaksi dari negara-negara Islam kecuali Turki), dan seluruhnya merupakan bagian dari rasisme keji, diantaranya:
- Agenda pemurtadan dengan cara kekuatan, pelarangan belajar agama, mobilisasi syiar-syiar agama, penerbitan mushaf-mushaf dan buku-buku Islam, pelarangan wanita menggunakan jilbab, pelarangan berperilaku sesuai dengan hukum-hukum dan syariat Islam
- Penangkapan para ulama dan warga di camp-camp militer dan melakukan penyiksaan keji dan brutal, sehingga banyak yang terbunuh di dalamnya ratusan ribu warga, dan masih ada puluhan ribu pemuka agama dan warga yang menetap di dalam penjara dan tempat penangkapan yang brutal, hanya karena mereka muslim dan berpegang teguh pada jati diri, agama dan sejarah mereka.
- Merampas kekayaan dan kepemilikan pribadi, menghilangkan identitas Turkistan dan identitas Islam, mendeportasi warga Uighur ke luar negeri, dan memindahkan ras Han Cina dan memberikan beberapa kekuasaan dan beberapa urusan kepada mereka di dalamnya, mewajibkan kebijakan Cina dalam berbagai sisi sehingga warga Turkistan tidak bisa mendapatkan jabatan dan kepemimpinan kecuali hanya 10 % saj, dan mayoritas mereka sebagai warga kelas 2 dan 3 saja.
- Menerapkan undang-undang dan kebijakan yang menekan warga Uighur kesempatan untuk mendapatkan pendidikan –khususnya universitas dan pendidikan tinggi lainnya-, kesempatan kerja dan kedudukan yang terhormat, untuk mendorong mereka pada pekerjaan yang hina dan tidak bermartabat seperti pembantu di rumah-rumah dan pekerjaan kasar, dan juga disertai dengan pelarangan memanfaatkan kekayaan alam negeri mereka sendiri.
Pemerintah Cina menerapkan rasisme yang radikal ini dibawah jargon perang melawan teroris, dan berusaha menipu dunia dengan jargon bahwa umat Islam Uighur adalah kelompok ekstrimis dan teroris, dengan memanfaatkan standar ganda kebijakan yang diterapkan oleh dunia, selain itu adanya penerapan yang dilakukan oleh pemerintah Cina ketika melakukan intervensi dalam bentuk datang dan pergi pada sebagian pegawai suku Han Cina, dan memunculkan pertikaian diantara mereka dengan sebagian pekerja Uighur, dengan tuduhan bahwa warga Uighur telah membunuh jumlah besar dari suku minoritas suku Han, padahal kenyataannya adalah bahwa pasukan pemerintah Cina lah yang telah membunuh ribuan warga Uighur dan melakukan ancaman hukuman pada pemimpin mereka dan warga dari mereka.


Sikap negara-negara dan umat Islam terhadap kondisi yang dialami oleh warga muslim Uighur
Kecuali Turki yang mana sikap perdana menteri yang terhormat begitu tegas dan keras disamping tetap berpegang teguh pada kebenaran, dan mengumumkan apa yang terjadi di Turkistan merupakan pembantaian dan etnis cleansing; namun sebagian besar negeri-negeri Islam seakan hilang dari kesadarannya, karena sama sekali tidak berempati terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah Cina terhadap saudara mereka disana, bahkan sampai lembaga / organisasi konferensi Islam (OKI) sekalipun tidak mengeluarkan keputusan dan menentukan sikap sebagai ganti akan kelemahan yang diderita oleh negara-negara anggota organisasi tersebut.


Padahal setiap umat memiliki kewajiban untuk meninggikan suaranya dan mengeluarkan segala kekuatannya untuk menghentikan pembantaian yang keji dan memberikan hak-hak bagi warga Uighur, khususnya bahwa umat Islam memiliki banyak lembaran-lembaran tekanan ekonomi dan politik atas Cina.


Sebagaimana pemerintah Cina menyadari bahwa titik lemah pemerintahan Islam dan ketidakmampuan dan kelemahanannya bukan berarti bahwa umat Islam akan tetap diam, khususnya bahwa negara-negara Islam merupakan pasar terbesar berbagai kebutuhan hidup produk-produk Cina, dan hal ini akan memberikan peran lembaga-lembaga sosial dan swasta dalam berdakwah untuk menjamin keselamatan orang-orang yang ditindas dan diintimidasi di Turkiskan Timur, dan mengajak publik untuk mengembargo produk-produk Cina tidak pemerintahnya tidak berhenti melakukan etnic cleansing yang dialami oleh saudara kita di Uighur.
Marwah Syarbini dan rasisme menentang hijab (jilbab) wanita muslimah
Marwah Syarbini yang telah berubah sikap berteriak keras melawan rasisme Barat
Inilah gambaran lain yang mengenaskan dan menakjubkan terhadap apa yang menyebabkan kebencian terhadap umat Islam, terhadap apa yang dihasilkan dari adanya propaganda yang terus menerus untuk meisbatkan orang-orang yang zhalim antara kerudung wanita muslim dengan keterbelakangan, dan kita menyaksikan pada beberapa hari yang lalu peristiwa yang mengenaskan dari presiden Perancis yang mengingkari prinsip-prinsip sederhana hak-hak asasi manusia, dan menisbatkan hijab Islam sebagai salah satu bentuk kenistaan wanita, dan dirinya tidak akan memberikan toleransi di negaranya, sebagai bentuk meruntuhkan nilai-nilai sederhana kebebasan manusia yang didengung-dengungkan oleh Barat, dan oleh karena tampak jelas dihadapan para cendekiawan siapakah yang sebenarnya menaburkan benih kekerasan, ekstrimisme, kebencian dan rasisme diantara bangsa?!


Dan masih tampak jelas bagi semua umat akan besarnya toleransi dan kelembutan serta reaksi Islam bersama DR. Marwah Syarbuni yang dibunuh oleh tangan rasisme yang dengki, ditengah diamnya Barat seribu bahasa, mengemuka sampai pada sebagian pemuka di Eropa lainnya, yang telah menulis akan kemunafikan Barat dan yang memenuhi dunia akan teriakan dan kecaman sementara dirinya melihat seorang wanita muda Iran yang terancam dibunuh dalam kondisi politik yang semua kalangan mengetahuinya, ditengah diamnya adanya kejahatan kebencian yang diterapkan di pusat pemerintahan; oleh karena yang terbunuh adalah wanita muslimah yang berpegang teguh pada agama dan hijabnya, dan keyakinannya bahwa tidak akan terjadi reaksi keras dari negara-negara yang loyal kepada negara-negara Barat.



Seruan untuk dialog dan memahami Islam
Bahwa inti terjadinya jurang pemisah dan krisis hubungan antara Islam dan Barat adalah pemahaman yang keliru terhadap hakikat Islam dan prinsip-prinsipnya; sehingga hal tersebut menjadi bagian dalam menisbatkan kata muslim dengan berbagai istilah keji seperti Teroris, ekstrimis, terbelakang, dan jargon-jargon lainnya..!


Boleh jadi para cendikiawan dan kaum moderat di dunia ini belum berhasil memberikan peringatan akan adanya kejahatan besar yang dilakukan para rasisme terhadap umat manusia, sehingga mereka selalu mudah dan cepat melakukan pembunuhan dan menyulutkan api perang, pada saat ada usaha untuk melakukan hubungan, dialog, saling memahami antara dunia Islam, dan memahami Islam dengan sebenarnya, dan menganggapnya sebagai agama yang bersih dan yang menolak rasisme serta memerangi diskriminasi dan kebencian, namun disamping itu juga menyeru pada persatuan manusia dan saling bekerja sama antara manusia dan menyatukan bangsa pada satu kata..


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara Kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. (Ali Imran:64)


Dan awal yang hakiki dalam melakukan dialog adalah totalitas pada kebenaran, pemahaman yang mendalam terhadap peradaban Islam, tidak hanya sekadar menetapkan Barat akan hegemoni dan kekuatannya belaka atas kita, namun dialog yang memberikan kemungkinan terbukanya cara untuk hidup damai tanpa adanya hegemoni, pemaksaan dan kekerasan, atas dasar saling menghormati dan tukar pikiran, senang dalam memberikan kontribusi untuk mengembangkan peradaban manusia sebagai alternatif dari tindakan penghancuran Barat dengan peradaban rasisme, keangkuhan dan kesombongannya.


Demikianlah nilai dialog positif yang dibutuhkan untuk memformulasi hubungan baru antara Barat dan Islam, dan hubungan ini membutuhkan kita sebagai umat Islam dalam mengembangkan sumber kekuatan Islam, dan mengeksplorasi berbagai potensi umat; untuk ikut serta dalam membangun dunia baru diatas keadilan dan persamaan, menolak rasisme, kesombongan dan fasisme, karena itu; apakah para cendekiawan seluruh bangsa memahami permasalahan ini sebelum hilang kesempatan berharga?!


Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah
Shalawat dan salam semoga tercurah pada nabi kita, Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya.
Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.