Tampilkan postingan dengan label azab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label azab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

Bidadari Surga Para Syuhada


"Mereka tersenyum melihat nikmat yang diberikan rabnya salah satunya adalah bidadari surga hanya para syuhada' yang mendapatkan nikmat paling tinggi di sisi rab Nya karena ketulusan cintanya kepada rab Nya".

Bidadari adalah makhluk Allah yang berada disurga yang disiapkan untuk pendamping orang-orang yang masuk surga yaitu orang yang beriman dan bertaqwa. Surga merupakan tempat yang selalu di idam-idamkan manusia, temapat yang indah penuh dengan kenikmatan.

Umat Islam meyakini adanya bidadari, istilah “huurin `iin” dalam al-Quran, diterjemahkan sebagai bidadari yang bermata jeli, mereka digambarkan selalu perawan, dengan umur sebaya yang diciptakan langsung tanpa proses kelahiran, dan digambarkan fisik mereka seperti gadis remaja. Firman Allah Swt.

Dan (didalam surga itu) ada bidadari yang bermata jelita.” (QS. Al-Waqi’ah : 22)

Memiliki kulit putih, bening, bersih dan lembut yang sempurna, diibaratkan seperti telur yang tersimpan dengan baik, dan ibaratkan pula para bidadari itu seperti permata yakut dan mutiara. Dijelaskan pula bahwa para bidadari itu sangat sopan, selalu menundukkan pandangannya, mereka tidak pernah disentuh oleh bangsa manusia atau jin.
Dari segi penciptaan bidadari berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah, malaikat dari cahaya dan iblis dari api. Dalam penampilan fisik, bidadari digambarkankan sebagai sosok yang sangat cantik jelita dan sempurna tanpa cela.

Dalam hal ini dalam sebuah hadits telah diriwayat dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda,
Sesungguhnya didalam surga itu ada bidadari yang dinamakan, “Aina” diciptakan dari empat unsur, yaitu, dari misik, kafur, anbar dan za’faran.
Dalam hadits yang lain diceritakan, “Bahwa Allah menciptakan bidadari dari empat warna, yaitu, putih, hijau, kuning dan merah. Diciptakan Allah tubuhnya dari za’faran, misik, anbar dan kafur, sedangkan rambutnya dari sutera.

Dalam Buku Hadil Arwaah Ila Biladir Afrah karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Dijelaskan Dari bahan Apa Bidadari Surga diciptakan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Sekiranya bidadari surga meludah di tujuh lautan bumi, pasti air nya akan berubah menjadi tawar, karena saking tawarnya mulut bidadari surga tersebut. Bidadari bermata jeli diciptakan dari Za’Faran
Za’faran : Adalah sejenis bunga berwarna ungu yang cantik, yang tumbuh di zajirah Arab, tumbuhan ini memiliki wangi yang sangat harum, serta banyak mempunyai khasiat yg berasal dari putiknya,sehingga bunga ini di juluki bunga termahal di dunia.

Manusia diciptakan Allah dari bahan baku Tanah, dan manusia adalah mahluk paling sempurna di muka bumi, dan memiliki paras dan rupa paling bagus di muka bumi. Sekarang bayangkanlah seorang bidadari yang diciptakan dari Za’faran, seperti apa sempurna dan cantiknya. Wallahua’lam.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:
Cahaya memancar di surga kemudian penghuni surga mengangkat kepalanya, Ternyata cahaya tersebut berasal dari cahaya gigi bidadari surga yang bermata jelita yang sedang tertawa dihadapan suaminya”.

Diriwayatkan dari Laits bin Sa’ad dari Yazid bin Abu Habib dari Walid bin Abdah, Rasulullah Saw berkata kepada Jibril:
Wahai Jibril hentikan aku di bidadari yang bermata jelita, lalu jibril menghentikannya di hadapan bidadari-bidadari bermata jelita. Rasulullah berkata : “Kalian dari Mana ?”, mereka menjawab : “Kami adalah Istri-istri kaum mulia yang bertempat tinggal di surga dan tidak pindah daripadanya untuk selama-lamanya.Mereka tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya, mereka selalu bersih dan tidak kotor selama-lamanya.

Ibnu Mubarak berkata kepada Kami, dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Zukhar, dari Khalid bin Imran dari Ibnu Abbas RA:
“Pada suatu hari kami sedang mengobrol dengan Ka’ab, Beliau berkata : ‘Jika tangan Bidadari Surga yg bermata Jelita di turunkan dari langit menuju bumi, maka akan menerangi penghuni bumi sebagaimana matahari menerangi penghuni dunia’. Ibnu Abbas berkata : “Tadi engkau berkata tangannya, bagaimana kalau wajahnya, warna kulitnya yang putih dan pesona dan kecantikannya?

Diriwayatkan dari Hadist Hasan bin Athiyah dari Ibnu Mas’ud ra, berkata :
“Di surga terdapat bidadari yang bermata jelita yang bernama Lu’bah, semua bidadari surga kagum kepadanya. Mereka menepuk bahu Lu’bah dan berkata : “Betapa bahagianya engkau wahai Lu’bah, sesungguhnya apabila pemburu surga mengetahui keberadaanmu, pasti mereka akan serius mengerjakan amal Shaleh. Diantara kedua matanya tertulis : “Barangsiapa ingin mendapatkan istri di surga seperti aku, maka hendaklah ia berbuat untuk mencari ke-ridhaan Rabb ku.

Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, saya pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,
Sekiranya Bidadari Surga mengeluarkan telapak tangannya di bumi, maka akan membuat penduduk dunia kagum karena saking bagus dan indahnya. Jika ia mengeluarkan tutup kepalanya, maka matahari pada saat bersinar terang akan berubah menjadi lampu yang kecil yg tidak lagi terlihat cahayanya, jika ia mengeluarkan wajah nya yg cantik, maka kecantikan wajahnya akan menyinari langit dan bumi.


Ibnu Mubarak berkata dari Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir yang berkata : “Sesungguhnya bidadari yang bermata jelita, menunggu masing-masing di pintu surga, Mereka berkata : “Duhai lama sekali kami menunggu kedatangan kalian”. Kami selalu riang dan tidak cemberut selama-lamanya, kami tetap tinggal bersamamu dan tidak akan berpisah selama-lamanya, kami tetap kekal dan tidak akan mati selama lamanya”, Bidadari tersebut berkata dengan suara paling merdu yang belum pernah didengar oleh telinga. Kemudian ia berkata : “Engkau adalah kekasihku dan Aku adalah kekasihmu.



Sabtu, 17 September 2016

Nubuwwah Akhir Zaman Hingga Kiamat – Part 4


HARI QIYAMAT [KIAMAT]
Oleh: Zahra Sauqiyah



Ketika bicara tentang hari kiamat, maka yang terbayang oleh kita adalah azab yang sangat pedih, ketakutan, yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang dapat menghentakkan hati karena kengerian yang ada di dalamnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikannya ), maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah.

Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.Hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikannya ), maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”(QS. Al-Qaari’ah:1-11)

Sungguh sangat menakutkan pada hari itu, tidak ada teman, tidak ada keluarga,
saudara,
suami, istri, anak, semua sibuk dengan diri masing-masing. Wal ‘iyadzu billah..

Di alam barzah atau alam kubur saja tidak bisa dibayangkan bagaimana kita menghadapi pertanyaan Malaikat-Malaikat Allah Subhanahu wa ta’ala, bagaimana kita hidup sendiri di alam yang gelap yang kita tidak pernah tahu bagaimana kita melewati hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sampai datangnya hari pembalasan.

Dari Hani, hamba sahaya Utsman bi Affan, berkata bahwa utsman bin Affan radhiyallahu‘anhu jika berdiri di atas kubur, ia menangis hingga janggutnya basah. Kemudian ada yang bertanya kepadanya,

Mengapa engkau ketika mengingat surga dan neraka tidak menangis, tapi ketika mengingat kubur engkau malah menangis?

Ia menjawab, “Karena saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Kubur adalah satu tempat pertama dari tempat-tempat akhirat, maka siapa yang selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat darinya, niscaya fase yang setelahnya akan lebih sulit dari itu.‘ Dan beliau bersabda pula, ‘Saya tidak melihat sesuatu pemandangan yang lebih menakutkan dibandingkan kuburan.’
(HR At-Tirmidzi)

Jika hal ini berkaitan dengan kubur, bagaimana halnya dengan hari kiamat yang di dalamnya akan terjadi pengumpulan manusia di padang mahsyar, hisab, timbangan, haudh, syafaat, neraka dan surga?


Bagaimana manusia dikumpulkan pada hari kiamat itu?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam tiga kelompok:

kelompok orang yang berjalan kaki, kelompok orang yang berkendaraan, dan kelompok orang yang diseret dengan wajah mereka di bawah.“

Ada yang bertanya,
Wahai Rasulullah, bagaimana mereka berjalan dengan wajah di bawah?

Beliau bersabda, “Allah Subhanahu wa ta’ala yang membuat mereka berjalan di atas wajah mereka. Tapi mereka menggunakan wajah mereka untuk menapaki jalan yang bergelombang dan penuh duri.
(HR Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi )

Astaghfirullah…


Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rahmat kepada kita agar selamat dan dijauhkan dari azab pada hari itu. Aamiin Allahumma Aamiin.


"Barang siapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata." (QS. Al-An’am: Ayat 16)


Wallahu a’lam bishshowab.





Rabu, 15 Juni 2016

Dulunya Hafal 30 Juz Semua Hilang Tak Tersisa Kecuali 2 Ayat Saja


Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi'in (270 H) yang HAFAL AL QURAN. Namanya adalah sebaik-baik nama, 'Abdah bin 'Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya...?

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??
Inilah kisahnya :

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata 'Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.

Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”

Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.”

Syahwat telah memenuhi relung hati 'Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.

Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.

Menikahlah dia didalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?

Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, "Dimana Al Quran mu yang dulu?"

Ia menjawab, "Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
"Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim."

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.
"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)."
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yg terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apalagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk diakhir hayat.

Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…

"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita." (muttafaq ‘alaih).



**Disarikan dari tulisan DR. Hamid Ath Thahir dari buku "Di bawah Kilatan Pedang" (101 Kisah Heroik Mujahidin)


Selasa, 14 Juni 2016

Pintu Surga, Pintu Neraka, Setan Diikat


Bulan Ramadhan tiba, ada tiga hal yang disebut oleh Nabi:
1. Pintu Surga Dibuka
2. Pintu Neraka Ditutup
3. Setan Diikat

Kenapa masih terjadi maksiat di bulan Ramadhan padahal setan diikat kala itu?

Karena maksiat terjadi bukan hanya godaan setan, namun ada hawa nafsu dan juga kebiasaan.

Disebutkan oleh Abul ‘Abbas Al-Qurthubi:

1. Setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
    
2. Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.
    
3. Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.

Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162)



Oleh :
MutiaraNasehat



Sabtu, 11 Juni 2016

Sahkah Puasa Orang Yang Tidak Mengerjakan Shalat Kecuali Di Bulan Ramadhan


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Ini ada surat yang berasal dari Sa'id Ahmad Baghdady dari Makkah al-Mukarramah, dia mengatakan, "Seseorang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di bulan Ramadhan, apakah puasanya sah ataukah tidak?"

Jawaban: Orang yang tidak mengerjakan shalat kecuali di siang hari bulan Ramadhan, jika shalatnya di siang hari bulan Ramadhan sebagai bentuk kembali kepada Allah dan sebagai bentuk taubat dari perbuatannya meninggalkan shalat sepanjang tahun serta bertekat kuat untuk terus melaksanakan shalat di sisa umurnya, maka puasanya sah, walaupun seandainya kita berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat menjadi kafir dengan meninggalkan satu kali saja shalat fardhu, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian Salaf, karena sesungguhnya taubatnya menghapus dosa-dosa sebelumnya.

Adapun jika dia mengerjakan shalat di bulan Ramadhan dan tetap berniat tidak akan mengerjakannya jika Ramadhan telah berlalu,  jika dia meyakini bahwa shalat tidak wajib selain di bulan Ramadhan, maka dia kafir dan puasanya tertolak, dan shalat yang dia kerjakan di bulan Ramadhan tidak diterima darinya.


Sedangkan jika dia meyakini bahwa hukumnya wajib, hanya saja dia terus meninggalkannya sebagai bentuk kemaksiatan kepada Allah dan kefasikan, maka puasanya diterima (sah -pent),
namun jika dia meninggalkan shalat setelah Ramadhan dikhawatirkan dia akan mati dalam keadaan seperti ini, sehingga kematiannya sangat membahayakan berkaitan dengan keadaannya; yaitu apakah dia masih seorang muslim ataukah kafir.


-Silsilah Fatawa Nuurun Alad Darb, kaset no. 26




Jumat, 03 Juni 2016

Buka Puasa Bersama Sambil Reunian


Sesuatu yang sering kita jumpai di Bulan Ramadhan adalah buka bersama (bukber). Biasa dilakukan dengan teman lama, teman sekolah sambil bereuni atau dengan teman komunitas. Sebagai nasihat dan moga bisa dipertimbangkan ketika mengadakan buka bersama. Berikut beberapa kerusakan yang sering terjadi :

1. Lebih mementingkan mengisi perut dan jalin ukhuwah daripada shalat.

2. Ngobrol, haha hihi sampai Isya, kadang Shalat Maghrib ditinggalkan. Padahal meninggalkan satu shalat saja bisa menghapuskan amalan.

Barangsiapa meninggalkan Shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya.
(HR. Bukhari no. 594)

Kalau disebut menghapus amalan, berarti meninggalkan shalat bisa menghapus amalan puasa. Na’udzu billahi min dzalik..!

3. Shalat jama’ah pun ditinggalkan. Cuma karena lebih mementingkan kebersamaan di meja makan dengan teman-teman.

Lihat peringatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi pria yang enggan berjama’ah,

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah Shalat Isya dan Shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.
(HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah)

4. Yang paling sering nih, shalat tarawihnya pun ditinggalkan sehingga tidak mendapat pahala shalat semalam suntuk bersama imam. Dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,


Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.”
(HR. Ahmad 5 : 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

5. Kadang campur baur antara laki-laki dan perempuan. Padahal sejak dalam shalat jama’ah saja kita sudah diperintah memisahkan antara laki-laki dan perempuan supaya tidak timbul fitnah.

Kalau mau bukber, saran kami, shalat Maghrib, Isya dan Tarawihnya tidak ditinggalkan dong. Ukhuwah kok lebih dipentingkan daripada hak Allah? Emang Allah yang memberi keselamatan ataukah teman-teman..?

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.




Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
sumber


Kamis, 21 April 2016

Waspadai 10 Pintu Masuk Setan Kedalam Diri Manusia


Manusia sering lupa bahwa ia punya musuh besar nan abadi dalam kehidupannya, dialah Syaithan atau Setan. Setan bercita-cita akan menggelincirkan seluruh umat manusia pada Neraka Sair atau Saqar.

Lalu, apa dan bagaimana Neraka Saqar itu?? 
Allah berfirman, “Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (QS. Al-Muddatstsir 74 : 27-30)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan tentang ayat diatas; Menurut Ibnu Buraidah, Saqqar adalah tempat yang sangat mengerikan dan menakutkan, yang memakan daging mereka. Abu Razin mengatakan bahwa api neraka saqar itu menjilat kulit dengan sekali jilatan, sehingga menghanguskan kulit menjadi hitam kelam. Sedangkan mereka tetap menjalani siksaan itu, dan tidaklah mereka mati dan juga tidak hidup. Dan Neraka Saqqar dijaga oleh 19 Malaikat penjaga, menurut Ibnu Abbas, penjaga neraka saqqar dari barisan terdepan malaikat jabaniyah, bentuk tubuh mereka besar-besar dan penampilan mereka sangat kasar lagi bengis.

Maka Kita Harus Yakin Bahwa Setan Itu Sejatinya Adalah Manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaithan-syaithan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (sair)”. 
(QS. Fathir 35 : 6)

Menurut para ulama ahlu sunnah wal jama’ah, syaithan akan menguasai tubuh dan badan manusia melalui 10 pintu yang sudah direncanakan. Maka hendaknya kita mewaspadai dan mengetahuinya, lalu menutup celah tersebut dan menjauhinya. Pintu masuk itu adalah:

PINTU 1 – Melalui sifat sombong dan angkuh. Dua sifat ini amat mudah tersemai dan menyubur dalam diri manusia. Ia berpuncak daripada ke-egoan manusia itu sendiri yang lazimnya akan mudah hanyut ketika dilimpahi kemewahan dan bergelimangnya harta.

PINTU 2 – Melalui sifat bakhil dan pelit. Setiap harta benda dan kemewahan yang diperoleh adalah karunia Allah yang seharusnya di belanjakan ke jalan yang haq (benar). Ia boleh digunakan untuk membantu orang yang memerlukan melalui kewajiban berzakat atau bersedekah.

PINTU 3 – Melalui sifat takabur dan congkak. Sifat ini selalunya bertapak dalam diri manusia yang merasa dia sudah memiliki segala-galanya dalam hidup ini. Mereka lupa bahwa kesenangan dan kenikmatan yang dikaruniakan itu bisa diambil Allah kapan saja. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang yang takabur”. (QS. An-Nahl 16 : 23)

PINTU 4 – Sifat khianat. Khianat dimaksudkan bukan saja melalui perbuatan merusakkan sesuatu yang menjadi milik orang lain, tetapi juga mengkhianati hidup orang lain dengan tidak mematuhi segala bentuk perjanjian, perkongsian dan sebagainya.

PINTU 5 – Sifat tidak suka menerima ilmu dan nasihat. Rasulullah SAW selalu menasihati para sahabatnya agar menjauhkan diri masing-masing untuk menjadi golongan keempat dari kalangan manusia yang dibenci oleh Allah, yaitu golongan yang tidak suka diri mereka dinasihati atau mendengar nasihat orang lain.

PINTU 6 – Melalui sifat hasad. Perasaan hasad dengki selalunya akan diikuti dengan rasa benci dan dendam berkepanjangan. Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah kamu daripada sifat hasad karena ia akan memakan amalan kamu seperti api memakan kayu kering”. (HR. Bukhari dan Muslim)

PINTU 7 – Melalui sifat suka meremehkan orang lain. Sifat ego manusia ini selalunya akan lahir apabila seseorang individu itu merasakan dirinya sudah sempurna jika dibandingkan dengan orang lain. Orang lain dilihat terlalu kecil dan kerdil jika dibandingkan dengan apa yang dia miliki.


Abu Umamah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga kelompok manusia yang tidak boleh dihina kecuali orang munafik ialah orang tua Muslim, orang berilmu dan imam yang adil”. (HR. Muslim)

PINTU 8 – Melalui sifat ujub atau bangga diri. Menurut Imam Ahmad rahimahullah, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kamu bersenang-senang dalam kemewahan karena sesungguhnya hamba Allah itu bukan orang yang bersenang-senang saja”. (HR. Abu Naim dari Muaz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu)

PINTU 9 – Melalui sifat suka berangan-angan. Islam adalah anti kemalasan. Orang yang berat “tulang” untuk berusaha mencapai kecemerlangan dalam hidup akan dipandang hina oleh Allah dan manusia. Mereka lebih gemar berpeluk tubuh dan menyimpan impian tinggi, tetapi amat malas berusaha memperolehnya.

PINTU 10 – Melalui sifat buruk sangka. Seseorang suka menuduh orang lain melakukan kejahatan tanpa menyelidikinya terlebih dulu amatlah dicela oleh Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Nanti akan ada seseorang berkata kepada orang banyak bahwa mereka sudah rusak. Sesungguhnya orang yang berkata itu sebenarnya sudah rusak dirinya”. (HR. Muslim). 

Wallahu a’lam..




Oleh: Ustadz Ade Hidayat